DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk RI Cegah Hantavirus

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi DPR Bidang Kesehatan, Yahya Zaini mewanti-mewanti pemerintah untuk memperketat pintu masuk dan wilayah perbatasan untuk mengantisipasi penyebaran pandemi hantavirus yang telah menewaskan tiga orang di sebuah kapal pesiar.

Menurut Yahya, pemerintah kudu mulai mewaspadai penyebaran virus itu di Indonesia lantaran dinilai berbahaya.

"Saya minta pemerintah mulai memperketat pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia. Seperti pelabuhan, airport dan pos lintas pemisah negara (PLBN)," ujar Yahya saat dihubungi, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, pemerintah bisa melakukan skrining terhadap kehadiran dari luar negeri baik terhadap WNI maupun penduduk negara asing (WNA).

Namun, selain pada manusia, Yahya menilai pemerintah juga kudu mewaspadai vektor alias hewan nan bisa menjadi perantara penularan seperti tikus. Menurut dia, keberadaan tikus-tikus seperti di kapal maupun pelabuhan kudu mulai diawasi.

"Di mana petugas kesehatan mengambil sampel tikus secara berkala untuk kemudian dilakukan PCR hantavirus sehingga dapat memastikan ada alias tidaknya virus," kata dia.

Lebih lanjut Yahya, pemerintah juga bisa melakukan skrining alias tes PCR di akomodasi kesehatan seperti rumah sakit untuk memastikan belum ada penyebarannya di Indonesia.

"Walaupun penyebaran hantavirus tetap terbatas di dalam kapal pesiar tetapi melakukan pencegahan merupakan langkah nan baik untuk melindungi masyarakat," ujar Yahya.

Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran bakal kisah serupa kasus Covid-19 di awal 2020 silam. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa lima orang dipastikan terinfeksi hantavirus, sedangkan tiga orang dilaporkan meninggal.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengantisipasi potensi masuknya Hantavirus ke Indonesia. Dia menyebut, Hantavirus termasuk virus nan cukup berbahaya.

Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai langkah penanganan dan penemuan dini. Menurut Budi, hasil koordinasi sementara menunjukkan, penyebaran virus tetap terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.

"Virus ini, kan, lumayan virus nan berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya," kata Menkes, seperti nan dikutip dari detikhealth, Kamis (7/5).

(thr/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional