DPRD DKI Minta Budaya Pilah Sampah Dimulai dari Pemerintah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi mengatakan budaya memilah sampah kudu dimulai dari lingkungan pemerintah, termasuk di instansi kelurahan, kecamatan, hingga seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebelum diperintahkan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikannya merespons Instruksi Gubernur (Ingub) DKI 5/2026 tentang aktivitas pemilahan dan pengolahan sampah nan baru diterbitkan.

"Kalau mau masyarakat disiplin memilah sampah dari rumah, maka kantor-kantor dinas pemerintah kudu lebih dulu menjadi contoh. Jangan sampai kampanye aktivitas kuat, tetapi praktik di lapangan belum konsisten," kata Nabilah di Jakarta, Senin (11/5) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nabilah mengaku mendukung penuh petunjuk Gubernur DKI Jakarta mengenai aktivitas pilah sampah dari rumah mulai 10 Mei kemarin. Namun, sambungnya, dia tak mau aktivitas tersebut tidak berakhir sebagai semboyan semata.

Menurutnya keberhasilan aktivitas pengurangan sampah tidak cukup hanya dibebankan kepada masyarakat, sementara kantor-kantor pemerintahan belum sepenuhnya memberikan teladan dalam penerapan pemilahan sampah sehari-hari.

Oleh lantaran itu, pihaknya menekan kepada pemerintah--terutama Pemprov DKI--perlu menunjukkan standar nan nyata agar kampanye tersebut mempunyai legitimasi di mata publik.

Lebih lanjut, dia pun meminta agar aktivitas wajib pilah sampah dibarengi dengan pengawasan, akomodasi pendukung, serta pertimbangan berkala di lingkungan pemerintahan.

Dia menegaskan perubahan perilaku tidak bakal melangkah efektif tanpa keteladanan dari pemerintah itu sendiri.

"Pemerintah kudu hadir, bukan hanya lewat imbauan, tetapi lewat contoh nyata. Dari instansi pemerintahan dahulu, baru masyarakat bakal percaya dan ikut bergerak," ungkap Nabilah.

Sebelumnya, Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan mengatakan salah satu penyebab mandeknya aktivitas pemilahan sampah rumah tangga, ialah minimnya sarana dan prasarana nan disediakan dalam menunjang program tersebut.

"Kalau kita sudah pilah dari rumah, keluar rumah, sampah ini mau ditaruh di mana? Kita tidak bisa hanya mengimbau tanpa menyiapkan sarana dan prasarananya," tutur Judistira.

Menurut dia, imbauan kepada masyarakat untuk memilah sampah belum diiringi dengan kesiapan akomodasi di lapangan. Dia juga menyinggung tingkat pemahaman dan kedisiplinan masyarakat dalam mendukung tata kelola sampah nan tetap belum optimal.

Oleh lantaran itu, edukasi dinilai perlu melangkah beriringan dengan penyediaan akomodasi nan memadai.

Banner Microsite Haji 2026

Respons Gubernur DKI

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berambisi agar program pilah sampah dari sumbernya dapat mengurangi beban pembuangan sampah di TPST Bantargebang.

"Secara resmi, Pemerintah Jakarta mengadakan aktivitas pilah sampah, sesuai dengan Instruksi Gubernur. Kegiatan ini tidak setengah-setengah lantaran semuanya melangkah serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah," ujar Pramono.

Menurut dia, andaikan program pilah sampah melangkah efektif, maka persoalan sampah nan selama ini terjadi di Jakarta dapat ditangani dengan sigap lantaran dengan terpisahnya sampah organik dan anorganik, beban pembuangan sampah ke TPST Bantargebang dan sampah nan dikirim kelak hanya residunya saja.

Untuk menyukseskan instruksinya, Pramono mengatakan sarana dan prasarana segera disiapkan untuk mendukung aktivitas pilah sampah di rumah-rumah warga.

"Secara perlahan, tentunya sarana prasarananya juga bakal kami persiapkan," kata Pramono di area Jakarta Timur, Senin.

Hal tersebut dia sampaikan menanggapi pernyataan dari Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta nan menyoroti minimnya sarana dan prasarana nan disediakan dalam menunjang program tersebut.

Menurut Pramono, aktivitas tersebut baru dimulai sehingga tetap memerlukan waktu untuk penyediaan sarana dan prasarana.

Kendati demikian, dia mengaku telah meminta wali kota, camat, lurah hingga RW dan RT untuk menggencarkan aktivitas pilah sampah.

"Tetapi nan paling krusial adalah ini kudu berkelanjutan, tidak boleh berhenti, lantaran inilah nan bakal mengubah wajah Jakarta berangkaian dengan persampahan," ujar Pramono.

(antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional