Jakarta, CNN Indonesia --
DPRD Jawa Barat (Jabar) menggulirkan wacana untuk menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) nan secara spesifik menyoroti rumor orientasi seksual Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dalam kerangka perlindungan keluarga.
Raperda ini bakal menjadi inisiatif Komisi V DPRD Jabar dan ditargetkan masuk dalam Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026. Isu LGBT menjadi salah satu konsentrasi utama, berdampingan dengan kekhawatiran terhadap akibat negatif era digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah mengatakan pembahasan raperda itu juga sebagai corak pihaknya merespons keresahan warga. Salah satunya, kata Siti, keresahan masyarakat itu disampaikan dalam forum resmi oleh Penggiat Keluarga (Giga) Indonesia beberapa waktu lalu.
Dorongan tersebut menguat setelah Komisi V menerima audiensi dari Giga Indonesia. Dalam pertemuan itu, organisasi tersebut menilai kondisi sosial di Jabar memerlukan intervensi regulasi, khususnya untuk melindungi family dan anak-anak.
"Pembuatan Raperda mengenai perlindungan family dari perilaku seksual menyimpang alias LGBT hingga akibat negatif era digital ini sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi dengan Giga Indonesia, nan mendesak dibentuknya patokan tersebut lantaran resah bakal kondisi sosial saat ini," katanya, Selasa (5/5) dikutip dari detikJabar.
Ia mengatakan kebutuhan izin ini tidak hanya dipicu oleh tekanan golongan masyarakat, tetapi juga lantaran sejumlah wilayah di Jawa Barat sudah lebih dulu mempunyai patokan serupa. Oleh lantaran itu, menurut pihaknya di tingkat provinsi pun perlu menghadirkan kebijakan nan lebih luas.
"Mereka (Giga Indonesia) menyampaikan usulannya agar secepatnya dibentuk Raperda nan dapat memberikan perlindungan kepada keluarga. khususnya upaya preventif dari penyimpangan seksual," jelas Siti.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Giga Indonesia, Euis Sunarti, turut memaparkan info nan menjadi dasar kekhawatiran. Ia menyebut Jawa Barat berada di posisi teratas secara nasional dalam sejumlah parameter sosial tertentu, termasuk jumlah perseorangan nan dikategorikan dalam golongan LGBT.
Selain itu, dia juga menyoroti tren peningkatan kasus HIV dalam beberapa tahun terakhir. Data nan disampaikan menunjukkan lonjakan signifikan dari sekitar 5.000 kasus per tahun menjadi 8.620 kasus pada 2022, lampau 9.710 pada 2023, hingga mencapai 10.405 kasus pada 2024.
Keresahan di Cirebon hingga Ciamis
Di tingkat daerah, kekhawatiran bakal kejadian LGBT pun disampaikan unsur-unsur masyarakat dan pemerintah di kabupaten/kota Jabar beberapa waktu terakhir.
Misalnya di Kabupaten Cirebon. Pada Januari lalu, mengutip dari detikJabar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon menyoroti tajam soal LGBT di wilayah itu. Hal itu terkait beredarnya video cabul nan diduga melibatkan dua laki-laki di sebuah tempat intermezo malam di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.
Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozie, memprihatinkan video tersebut lantaran mempertontonkan praktik LGBT secara terbuka. Menurutnya, peristiwa itu merupakan penyakit masyarakat nan bertentangan dengan nilai kepercayaan dan dapat mencoreng gambaran Cirebon sebagai Kota Wali.
"Atas dasar itu, kami mengecam inisiator dan penyedia pesta LGBT nan videonya beredar luas tersebut," ujar Aziz, Jumat (23/1).
Ia menegaskan perilaku LGBT menurut hukum Islam bertentangan dengan nilai kesucian, kehormatan, serta fitrah kemanusiaan, dan hukumnya adalah haram. PCNU pun mendesak abdi negara penegak norma segera menindaklanjuti kasus tersebut.
Aziz menambahkan, penegakan norma krusial untuk memastikan pemanfaatan organisasi tertentu untuk kepentingan menyimpang merupakan pelanggaran nyata terhadap norma kepercayaan dan sosial. Pihaknya juga mengingatkan para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan nan menyimpang.
Secara terpisah kala itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar memastikan peristiwa dalam video viral tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Kepolisian bergerak sigap merespons keresahan masyarakat setelah video tak senonoh itu beredar luas.
"Iya, kita sudah memandang ya. Memang ada video viral nan melanggar kesusilaan nan dilakukan oleh dua orang sesama jenis di wilayah norma kita, di wilayah norma Cirebon Kota. Saat ini kedua orang ini sudah kita amankan ya, untuk kita dalami dan kita lakukan pemeriksaan," ucap Eko.
Terkait video cabul bernuansa LGBT itu, eko mengatakan ada dua orang nan diamankan polisi ialah I (25) dan Y (26).
Masih dikutip dari detikJabar, akhir tahun lampau Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan keprihatinannya terhadap merosotnya adab dan mental, terutama generasi muda saat ini mengenai dugaan kejadian LGBT.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, lantaran mengaku sempat menyaksikan sendiri sekelompok orang nan mengaku sebagai bagian dari kaum LGBT berkumpul secara terang-terangan di salah satu perspektif Alun-alun Ciamis.
"Yang paling memprihatinkan lagi, itu terjadi di depan mata saya, mata kami di Alun-alun Ciamis. Mereka berkumpul, bertransaksi, selanjutnya entah ke mana," ungkapnya, Selasa (9/12/2025).
Herdiat mengatakan, digitalisasi turut memengaruhi perilaku generasi muda. Jika tidak diarahkan dengan baik, teknologi justru bisa memicu munculnya tindakan-tindakan nan tidak diharapkan. Dalam beberapa pertemuan berbareng para sesepuh, pemerintah wilayah akhirnya sepakat untuk mendeklarasikan perang terhadap beragam corak kemaksiatan nan dinilai semakin meresahkan.
Herdiat menekankan penguatan ketaatan dan ketakwaan merupakan fondasi krusial nan kudu dibangun bersama. Pemerintah dan ustadz tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua juga sangat menentukan, lantaran merekalah nan paling sering berinteraksi dan mengawasi anak-anak.
Saat itu, Herdiat mengatakan pada 2025, tercatat sekitar 50 kasus mengenai LGBT dan kekerasan terhadap wanita dan anak di Kabupaten Ciamis. Herdiat mengingatkan dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para korban langsung, tetapi bisa menjalar dan memengaruhi ratusan apalagi ribuan orang di masa mendatang.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·