loading...
Drone Pelindung Presiden Rusia. FOTO/ VIET
MOSCOW - Spesifikasi baru untuk pesawat nirawak pencegat misterius Rusia telah terungkap melalui beberapa model utuh nan disita oleh Ukraina.
Dalam perang drone nan sengit, Yolka telah muncul sebagai "pembunuh senyap" dengan kecepatan 250 km/jam, sistem autopilot berkekuatan AI, dan keahlian tempur presisi, menakut-nakuti drone/UAV terbang rendah apa pun tanpa memerlukan hulu ledak peledak.
Dikembangkan oleh para insinyur di Moskow bekerja sama dengan unit pertahanan udara, sistem peluncuran portabel ini telah menjalani uji coba tempur sejak pertengahan tahun 2025. Sistem ini menjanjikan revolusi dalam pendekatan keamananwilayah udaraketinggian rendah dengan kecermatan dan efektivitas nan unggul.
Mekanisme pengoperasian "tembak sekali dan lupakan" memungkinkan operator untuk meluncurkan drone dari platform peluncuran bergerak (peluncur genggam alias perangkat seluler), dan kemudian kepintaran buatan (AI) secara otomatis mengambil alih: mendeteksi, mengunci target, dan memandu drone ke titik tumbukan.
Dengan jangkauan efektif sekitar 2-3 km dan ketinggian maksimum sekitar 2 km, rudal ini menciptakan "zona perlindungan" nan elastis untuk sasaran darat seperti posisimiliter, infrastruktur, alias parade.
Namun, perincian lebih lanjut tentang UAV pencegat ini, di luar nan diumumkan oleh Rusia, tetap menjadi misteri hingga penasihat pertahanan Ukraina Serhii “Flash” Beskrestnov mengungkapkan perincian teknis dari drone pencegat Rusia nan kurang dikenal berjulukan “Yolka”.
Menurut Beskrestnov, rudal pencegat Yolka hanya beraksi pada siang hari dan tidak dapat digunakan dalam kondisi hujan. Jangkauan efektifnya sekitar 3 km, dengan kecepatan maksimum hingga 200 km/jam. Sistem ini dirancang untuk beraksi dalam kondisi angin hingga 8 meter per detik.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·