Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah bakal memasukkan sejumlah orang dari Kementerian/Lembaga dalam struktur organisasi badan upaya milik negara (BUMN) baru unik ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Langkah ini dimaksudkan sebagai corak pengawasan terhadap BUMN baru unik ekspor tersebut. Dengan begitu, badan baru nan resmi diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (20/5) kemarin bekerja secara transparan dan tidak memonopoli pasar ekspor Indonesia.
"Usulan pak Menko itu jika untuk pengawasan biar betul kita kudu meletakkan orang di sana, termasuk dari (Kementerian) Keuangan, dari Kementerian lain juga agar tidak jadi monopolis nan seenak jidat gitu," kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya dengan penempatan sejumlah orang K/L di badan tersebut, pengawasan terhadap DSI bakal lebih baik dari badan alias lembaga lain nan sudah beraksi selama ini.
"Saya pikir pengawasan DSI bakal lebih bagus dibanding lembaga-lembaga nan ada sebelumnya. Sehingga dia tidak bakal jadi monopolis nan mengganggu pasar," tegas Purbaya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan lain Purbaya mengatakan pemerintah bakal mengawasi seluruh operasional DSI dengan ketat untuk memastikan proses ekspor komoditas batu bara hingga minyak sawit hasil bumi Indonesia berjalan transparan.
Menurutnya, pengawasan operasional DSI paling mudah dilakukan dengan memeriksa kekayaan para karyawan. Jika jumlah kekayaan nan mereka miliki mendadak naik signifikan, berfaedah ada kemungkinan nan berkepentingan melakukan penyelewengan.
"Pengawasannya gampang, kita awasi saja pegawai DSI-nya. Kalau dia tiba-tiba jadi kaya, kita pecat, gitu saja. Berarti dia terima duit. Kan sudah satu pintu. Di sana sudah jelas, di sini sudah jelas. Kalau ada sesuatu pasti di perusahaan-perusahaan itu," tegasnya.
(fdl/fdl)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·