Dua Dekade Jualan Gudeg, Marjono Kini Andalkan QRIS Permudah Transaksi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Penggunaan pembayaran digital melalui QRIS di kalangan pelaku UMKM di wilayah Cileungsi terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kepala BRI Unit Cileungsi, Luki Perdana mengatakan, peningkatan tersebut terjadi seiring semakin banyaknya pelaku upaya nan mulai menyesuaikan diri dengan kebiasaan transaksi masyarakat saat ini.

Menurut Luki, salah satu strategi nan dilakukan BRI adalah mengintegrasikan jasa QRIS kepada pengguna penerima pinjaman usaha. Hampir seluruh pengguna UMKM nan mendapatkan pembiayaan dari BRI sekarang langsung didaftarkan untuk menggunakan QRIS.

“Setiap pengguna nan realisasi pinjaman di BRI sekarang langsung dibikinkan QRIS. Setelah cair, biasanya dua sampai tiga hari sudah jadi lampau ditempel di tempat usahanya,” ujar Luki.

Namun kebijakan itu tidak bertindak untuk seluruh jenis usaha. Untuk upaya seperti kontrakan misalnya, penggunaan QRIS dinilai belum terlalu relevan. Sementara untuk upaya perdagangan seperti warung, toko, dan kuliner, penggunaan QRIS terus didorong.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk mengikuti perubahan pola transaksi masyarakat nan sekarang semakin mengandalkan telepon genggam dibanding duit tunai.

“Sekarang orang ke mana-mana jarang bawa cash, lebih sering bawa handphone. Jadi saat mau bayar biasanya langsung tanya ada QRIS alias tidak,” katanya.

Luki menilai keberadaan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu pelaku UMKM mempertahankan kesempatan penjualan. Sebab, tidak sedikit konsumen nan akhirnya batal bertransaksi ketika penjual belum menyediakan pembayaran digital.

“Kalau ada QRIS, orang jadi tetap bisa shopping walaupun nggak bawa duit tunai,” ujarnya.

Selain mempermudah transaksi, penggunaan QRIS juga dinilai membantu pelaku upaya mengurangi akibat menerima duit palsu. Menurut Luki, transaksi digital membikin proses pembayaran lebih kondusif sekaligus memudahkan pencatatan finansial usaha.

“Kalau pakai QRIS, pelaku upaya tinggal lihat transaksi nan masuk lewat aplikasi. Jadi nggak perlu catat manual lagi,” katanya.

Untuk mendukung penggunaan QRIS, BRI juga melakukan pendampingan secara langsung kepada para pelaku UMKM. Setelah QRIS aktif, petugas lapangan alias mantri bakal mendatangi tempat upaya untuk memberikan edukasi penggunaan aplikasi BRI Merchant serta langkah memantau transaksi.

“Pendampingan tetap dilakukan. Kita ajarin langkah transaksi, langkah cek duit masuk, sampai penggunaan aplikasi merchant,” ujar Luki.

BRI juga secara rutin memantau QRIS nan dinilai tidak aktif alias kurang produktif. Jika transaksi dinilai rendah, petugas bakal datang kembali untuk mencari tahu hambatan nan dihadapi pelaku usaha.

Menurut Luki, hambatan nan paling sering muncul adalah soal pencairan biaya nan tidak langsung masuk ke rekening seperti transfer biasa. Banyak pelaku UMKM nan belum memahami sistem pencairan QRIS nan melangkah berasas agenda tertentu alias batch transaksi.

“Mereka sering bingung lantaran notifikasi transaksi sudah masuk, tapi uangnya belum ada di rekening. Padahal sistem QRIS itu pencairannya per batch,” katanya.

Selain itu, tetap ada pelaku upaya nan mengalami hambatan lantaran sebelumnya pernah mempunyai QRIS dari bank lain dengan nama upaya nan sama. Akibatnya, biaya transaksi terkadang tetap masuk ke rekening lama.

Di lapangan, BRI juga tetap menghadapi tantangan penyesuaian digital, terutama dari pelaku upaya tradisional nan belum terbiasa menggunakan teknologi. Sebagian di antaranya tetap kesulitan memahami aplikasi digital alias menggunakan telepon genggam nan belum mendukung.

“Penolakan ada saja, terutama lantaran aspek usia alias belum terbiasa dengan sistem digital,” ujar Luki.

Meski begitu, BRI menilai perkembangan penggunaan QRIS di wilayah Cileungsi sudah cukup baik. Hingga April 2026, sasaran penggunaan QRIS nan ditetapkan instansi pusat disebut telah tercapai.

“Untuk sasaran QRIS, saat ini sudah sesuai target,” kata Luki.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita