Dua Kabupaten di Kalimantan Selatan Dilanda Banjir

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Dua Kabupaten di Kalimantan Selatan Dilanda Banjir Banjir melanda dua kabupaten di Kalimantan Selatan.(MI/Denny Susanto)

BANJIR melanda dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan, ialah Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Tengah, seiring tingginya curah hujan di bagian hulu dalam beberapa hari terakhir. Pembangunan Bendungan Riam Kiwa, Kabupaten Banjar tetap menghadapi hambatan tukar rugi lahan dan kebun penduduk seluas 771,5 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra, dalam laporan kebencanaannya, Selasa (19/5) memaparkan banjir disebabkan tingginya curah hujan di bagian hulu area pegunungan Meratus.

"Hujan dengan intensitas tinggi tetap turun di beberapa wilayah Kalsel, sehingga menyebabkan banjir," ungkapnya.

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir di Kabupaten Tapin melanda sejumlah desa di Kecamatan Tapin Selatan dan Tapin Utara. Ratusan rumah penduduk terendam dengan ketinggian air rata-rata 50cm hingga 75cm.

Banjir terparah terjadi di lima kelurahan dan delapan desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah meliputi Kecamatan Batu Benawa, Pandawan dan Kota Barabai, ibukota kabupaten. Tercatat banjir merendam 3.000 rumah nan dihuni lebih 8.000 jiwa serta beragam akomodasi umum. Ketinggian banjir di beberapa letak mencapai lebih satu meter. 

Pada bagian lain Pemprov Kalsel berbareng Balai Wilayah Sungai Kalimantan dan stake holder terkait melakukan rapat optimasi dan percepatan pembangunan waduk Riam Kiwa, Kabupaten Banjar. Rapat dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Tyas Widiarto. 

Pembangunan waduk Riam Kanan masuk proyek strategis nasional (PSN) nan diyakini bisa mengatasi 70% masalah banjir tahunan di wilayah Kalsel. Bendungan ini juga diproyeksi dapat mendukung ketahanan pangan dengan jaringan irigasi seluas 1.800 hektare. Termasuk potensi menjadi pembangkit listrik berkapasitas 3,5 mega watt dan air baku 1.000 lt/detik.

Sayangnya pembangunan waduk Riam Kiwa tetap terkendala proses tukar rugi lahan penduduk sejumlah desa. Terutama kalkulasi tegakan tanaman kebun milik penduduk nan berada di dalam area rimba seluas 771,5 hektare. Kajati Kalsel, Tyas Widiarto, menyoroti berlarutnya proses pembangunan waduk Riam Kiwa sejak 2019 tersebut. (DY/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia