Dua Petaka Bikin Pantura Jawa Genting, Pemerintahan Prabowo Harus Apa?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi Pantai Utara (Pantura) Jawa sekarang masuk fase genting. Pemerintah mengungkap area nan menjadi tulang punggung ekonomi nasional itu menghadapi dua ancaman besar sekaligus, ialah penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan penurunan muka tanah di Pantura mencapai 15-20 cm per tahun. Kondisi terparah terjadi di Jakarta dan Semarang.

"Saya mau menyampaikan bahwa telah terjadi penurunan permukaan tanah mulai 15 cm hingga 20 cm per tahun, paling jelek terjadi di Jakarta dan juga di Semarang," ujar AHY.

Di saat bersamaan, Pantura juga dihantam kenaikan muka air laut akibat pemanasan dunia sebesar 0,8 cm hingga 1,2 cm per tahun. AHY menyebut kondisi ini sebagai "twin pressure" nan membikin ancaman banjir rob semakin besar.

"Ini mengakibatkan terus mengintainya banjir rob nan bisa menghancurkan properti, merusak rumah-rumah penduduk dan lain-lain," katanya.

AHY memperingatkan, tanpa intervensi serius, penggenangan air laut di Pantura pada 2050 bisa jauh lebih parah. Selain banjir rob, masyarakat pesisir juga mulai menghadapi ancaman krisis air bersih.

Menurut AHY, ancaman di Pantura kudu segera ditangani lantaran area tersebut menyumbang sekitar 27,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025 alias setara US$368,37 miliar.

BRIN Siapkan Teknologi Penahan Rob

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap 65,8% garis pantai Pantura dari Serang hingga Situbondo telah mengalami erosi. Peneliti BRIN Tubagus Solihuddin menyebut pengikisan dipicu tingginya tekanan pembangunan dan pemanfaatan area pesisir.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pihaknya menyiapkan lima teknologi perlindungan pesisir, mulai dari tanggul modular multifungsi, breakwater saling mengunci otomatis, hingga platform arus laut nan dapat menghasilkan energi.

"Jadi ini adalah corak teknologi nan saya kira sangat krusial lantaran mempunyai stabilitas tinggi, lebih ekonomis dan juga produksinya lebih sederhana," ujar Arif.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan pendekatan hybrid eco-engineering melalui kombinasi prasarana dan rehabilitasi mangrove untuk meredam gelombang laut sekaligus memulihkan ekosistem pesisir.

Sementara itu, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta penyusunan master plan perlindungan Pantura dipercepat agar ancaman terhadap sekitar 55 juta penduduk di area tersebut bisa segera diatasi.

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News