Dugaan Kebocoran Data Adobe, 13 Juta Tiket Support dan Data Karyawan Diklaim Bocor

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Sedikit kita telaah masalah keamanan, baru baru ini ada berita mengejutkan dari Adobe, dimana seorang threat actor bernama “Mr. Raccoon” menyatakan telah sukses membobol sistem dan mencuri jutaan info sensitif dari perusahaan tersebut.

Meskipun begitu, hingga saat tulisan ini ditulis, info ini tetap berupa klaim dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Adobe.

Untuk info nan diduga bocor tersebut mencakup sekitar 13 juta tiket suport nan berisi info pengguna, info 15 ribu karyawan, seluruh laporan bug bounty dari platform HackerOne dan beragam arsip internal perusahaan.

Nah tentunya, info tiket support ini sangat sensitif lantaran biasanya berisi nama pengguna, email, perincian akun dan masalah teknis nan dilaporkan dan jika benar, info ini bisa menjadi emas bagi pelaku phising dan pencurian identitas.

Kenapa ini bisa terjadi?

Nah jadi, serangan ini disebut tidak langsung menargetkan sistem utama Adobe, namun threat actor ini masuk melalui perusahaan Outsourcing alias BPO di India nan bekerjasama dengan Adobe.

Untuk skenarionya cukup kompleks, dimana pelaku mengirim email rawan kepada tenaga kerja outsourcing tersebut, menginstall remote access tool alias RAT di perangkat korban, mengakses sitem internal melalui akun tersebut dan melakukan phising ke manager alias pemimpin untuk memperluas akses.

Dan lebih parahnya, malware tersebut disebut bisa mengakses webcam korban dan apalagi menyadap komunikasi termasuk WhatsApp, apalagi klaim paling mengkhawatirkan adalah adanya kesalahan konfigurasi pada sistem tiket support nan mana menurut pelaku, seluruh tiket bisa diekspor dalam satu permintaan saja.

Jika ini benar, maka bisa dibilang tidak ada pembatasan akses nan ketat, tidak ada rate limiting nan memadai dan sistem memungkinkan eksfiltrasi info besar-besaran dengan mudah.

Tapi perlu dicatat bahwa hingga saat ini Adobe belum memberikan konfirmasi maupun sanggahan mengenai kejadian ini, sehingga info ini tetap berupa klaim dan belum terverifikasi.

Namun jika saja terbukti benar, kasus ini bisa menjadi salah satu kejadian kebocoran info terbesar di tahun 2026.

Via : @IntCyberDigest


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com