Dukung Merchant Pariwisata, Xepeng Siapkan Infrastruktur Konversi Aset Digital ke Rupiah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Dukung Merchant Pariwisata, Xepeng Siapkan Infrastruktur Konversi Aset Digital ke Rupiah Xepeng memperkenalkan prasarana konversi aset digital ke rupiah.(Dok.Istimewa)

XEPENG memperkenalkan infrastruktur konversi aset digital ke Rupiah guna membantu pelaku upaya pariwisata. Ini menjawab perubahan perilaku visitor dunia nan semakin digital. Solusi ini ditujukan bagi merchant lokal agar dapat menerima nilai transaksi dari visitor berbasis aset digital, tanpa kudu mengubah sistem operasional harian, sekaligus tetap mematuhi izin penggunaan mata duit Rupiah.

CEO Xepeng, Penke Pancapuri kemarin mengungkapkan, untuk tahap awal  konversi aset digital ke Rupiah diperkenalkan di Bali. bali di pilih lantaran industri pariwisata Bali sekarang menghadapi pergeseran karakter wisatawan, terutama dari kalangan digital nomad, milenial dan generasi Z. Segmen ini dikenal lebih berkawan dengan teknologi serta condong menggunakan aset digital dalam aktivitas perjalanan mereka, termasuk dalam perihal transaksi.

"Sebagai lokasi wisata kelas dunia, Bali terus menarik visitor dengan preferensi digital nan tinggi. Namun di sisi lain, sebagian besar pelaku upaya lokal tetap mengandalkan metode pembayaran konvensional. Kondisi ini dinilai berpotensi membatasi kesempatan merchant dalam menangkap nilai ekonomi dari visitor modern tersebut," jelasnya dalam keterangannya Rabu (8/4).

Menurut Penke, Xepeng datang untuk menjembatani kesenjangan ini melalui sistem nan memungkinkan merchant tetap menerima pembayaran dalam corak Rupiah, meskipun sumber transaksinya berasal dari aset digital. Salah satu kelebihan nan ditawarkan Xepeng terletak pada sistem konversi nan melangkah di kembali layar. Merchant tidak perlu memahami teknis pengelolaan aset digital maupun melakukan penyesuaian sistem pembukuan nan sudah ada.

"Melalui prasarana ini, hasil transaksi bakal langsung dikonversi ke Rupiah dan masuk ke rekening bank merchant. Dengan demikian biaya dapat segera digunakan untuk beragam kebutuhan operasional, seperti pembayaran karyawan, pengelolaan usaha, hingga reinvestasi bisnis," paparnya.

Pendekatan ini kata Penke, memberikan elastisitas bagi pelaku upaya untuk tetap konsentrasi pada peningkatan jasa dan pengembangan produk, tanpa terbebani oleh kompleksitas teknologi baru.

"Solusi nan dikembangkan berangkat dari kebutuhan nyata pelaku upaya pariwisata, khususnya di Bali. Generasi visitor saat ini membawa kesempatan besar bagi Bali, tapi pelaku upaya lokal juga butuh solusi nan sederhana dan aman. Xepeng dibangun agar merchant dapat menyambut tren digital ini dengan tenang, tanpa menambah beban operasional," terangnya.

Pernyataan tersebut lanjut Penke, menegaskan bahwa konsentrasi utama platform ini adalah memberikan kemudahan sekaligus rasa kondusif bagi merchant dalam menghadapi transformasi digital di sektor pariwisata.

DORONG DAYA SAING
"Seiring meningkatnya tren visitor digital, kehadiran prasarana seperti Xepeng dinilai dapat menjadi aspek pendukung dalam menjaga daya saing Bali di pasar global. Kemampuan merchant dalam menerima beragam corak nilai transaksi menjadi kunci untuk tetap relevan di tengah perubahan ekosistem pariwisata," tandasnya.

Di sisi lain, ucap Penke sistem konversi nan langsung mengubah aset digital menjadi Rupiah juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi di tingkat lokal. Dana nan diterima merchant dapat segera digunakan untuk operasional usaha, pembayaran tenaga kerja, hingga pengembangan bisnis, tanpa halangan teknis. Xepeng sendiri merupakan platform berbasis di Bali nan menyediakan prasarana konversi aset digital ke Rupiah bagi pelaku upaya lokal. 

Melalui pendekatan nan dirancang agar tetap alim pada regulasi, platform ini mendukung merchant dalam menerima nilai transaksi dari visitor internasional tanpa kudu berinteraksi langsung dengan aset digital tersebut.

Untuk mendukung transparansi dan akses informasi, Xepeng menyediakan kanal resmi nan dapat diakses oleh pelaku upaya nan mau memahami lebih lanjut mengenai sistem dan jasa nan ditawarkan. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia