Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,23% di Kuartal IV 2025, Tertinggi Sejak 2022

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |16:36 WIB

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,23% di Kuartal IV 2025, Tertinggi Sejak 2022

Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 diprediksi tumbuh sebesar 5,23% secara tahunan. (foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 diprediksi tumbuh sebesar 5,23% secara tahunan (year-on-year). Jika nomor ini terealisasi, maka pertumbuhan tersebut menjadi nan tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Secara kumulatif, ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai 5,07%, melampaui capaian tahun 2024 nan berada di nomor 5,03%. Penguatan ini didorong oleh sinergi antara agresivitas shopping pemerintah dan pemulihan sektor investasi.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diperkirakan menguat signifikan, terutama ditopang oleh percepatan shopping pemerintah dan perbaikan aktivitas investasi,” ujar Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, Selasa (3/2/2026).

Sektor fiskal menjadi katalisator terpenting di akhir tahun. Belanja pemerintah melonjak tajam hingga 8,0 persen, dipicu oleh kenaikan shopping pegawai serta shopping modal nan masing-masing tumbuh di atas 40 persen. Selain itu, alokasi support sosial nan naik 70,4 persen turut menjaga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput.

“Kami memandang shopping fiskal nan meningkat tajam di akhir tahun menjadi aspek kunci nan mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai level tertinggi sejak 2022,” kata Andry.

Pemerintah juga tercatat mengguyur stimulus fiskal sebesar Rp37,4 triliun, nan mencakup support langsung tunai (BLT), potongan nilai libur akhir tahun, hingga program magang guna menjaga daya beli masyarakat.

Selain shopping negara, sektor investasi menunjukkan taringnya dengan proyeksi pertumbuhan 6,3 persen. Hal ini terkonfirmasi dari melonjaknya impor peralatan modal sebesar 22,9 persen dan pulihnya sektor bangunan nan terlihat dari pertumbuhan penjualan semen.

“Dari sisi investasi, lonjakan impor peralatan modal dan mulai pulihnya sektor bangunan menjadi sinyal positif menguatnya pembentukan modal tetap bruto,” jelas Andry.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com