
Fenomena El Nino (Foto: BMKG)
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kejadian El Nino mulai terjadi pada pertengahan 2026. BMKG pun mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
El Nino merupakan kejadian memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Di Indonesia, akibat El Nino secara umum adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.
BMKG menegaskan karhutla bukan sekadar api, melainkan ancaman bagi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. El Nino diperkirakan berpotensi muncul pada semester kedua 2026.
“BMKG memprediksi bahwa event El Nino bakal mulai terjadi pada periode Mei-Juni-Juli 2026,” ungkap BMKG dikutip dari media sosialnya, Senin (25/5/2026).
BMKG mengatakan kondisi ini memicu peningkatan akibat kekeringan, membikin lahan lebih kering dan mudah terbakar sehingga potensi karhutla ikut meningkat. Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah hotspot meningkat tajam saat El Nino. Pola ini terlihat jelas pada 2015 dan kembali muncul pada 2023.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·