Empat Lapangan Migas Raih PROPER Hijau

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Empat Lapangan Migas Raih PROPER Hijau Empat unit upaya di bawah Pertamina Hulu Energi Regional Jawa meraih PROPER Hijau dalam arena penilaian keahlian lingkungan 2025.(Dok Pertamina Hulu Energi Regional Jawa)

EMPAT unit upaya di bawah Pertamina Hulu Energi Regional Jawa meraih PROPER Hijau dalam arena penilaian kinerja lingkungan 2025. Capaian ini datang dari operasi hulu migas, sektor nan kerap disorot lantaran akibat lingkungannya dan dinilai telah melampaui standar kepatuhan nan ditetapkan pemerintah.

Perusahaan nan memperoleh penghargaan tersebut meliputi PHE ONWJ, Pertamina EP Subang Field, Pertamina EP Tambun Field, dan Pertamina EP Jatibarang Field. Pengumuman dilakukan dalam aktivitas Anugerah PROPER di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

PROPER merupakan instrumen pertimbangan pemerintah untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan, sekaligus menilai sejauh mana perusahaan menghadirkan penemuan nan berakibat bagi masyarakat.

Manager Communication, Relations & CID Pertamina EP Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, menyebut capaian tersebut mencerminkan pendekatan nan tidak hanya berfokus pada kepatuhan regulasi.

"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan nan kami lakukan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga memberikan faedah nyata bagi masyarakat. Ke depan, kami bakal terus mendorong penemuan nan adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan," ujarnya seperti dikutip pada Kamis (9/4). 

Sejumlah program menjadi penopang penilaian tersebut, dengan pendekatan nan menggabungkan aspek lingkungan dan sosial. Di Tambun Field, misalnya, program Cemerlang Lestari di Karawang Kulon mengintegrasikan perlindungan wanita dan anak dengan aktivitas ekonomi berbasis lingkungan, termasuk pengembangan produk ramah lingkungan dari serat alam.

Di Subang Field, program Purnama Subang menyasar pemberdayaan purna pekerja migran dan golongan rentan melalui penguatan ekonomi lokal. Program ini turut memanfaatkan teknologi daya surya di sektor pertanian serta mendorong pengelolaan limbah berbasis organisasi di Desa Compreng.

Sementara itu, Jatibarang Field mengembangkan program Jari Tangan nan berfokus pada praktik pertanian ramah lingkungan. Inisiatif ini mencakup penggunaan pupuk organik, pengembangan pemasok hayati, serta pemanfaatan daya terbarukan untuk mendukung ketahanan pangan di sejumlah desa di Indramayu.

Di wilayah pesisir, PHE ONWJ menjalankan program Jam Pasir nan menggabungkan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini mencakup penanaman mangrove untuk menekan pengikisan serta pengelolaan limbah menjadi sumber ekonomi baru bagi penduduk di Karawang.

Meski meraih ranking hijau, tantangan bagi industri hulu migas tetap besar, terutama dalam menjaga konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di tengah tekanan produksi energi. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia