Eropa Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Harapan Baru Stabilitas Timur Tengah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Eropa Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Harapan Baru Stabilitas Timur Tengah Ilustrasi(Dok AFP)

SEJUMLAH negara di area Eropa memberikan respons positif terhadap kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat nan berjalan selama dua minggu. Dukungan ini disampaikan melalui beragam pernyataan di media sosial, seperti dikutip dari RIA Novosti di Moskow, Rabu (8/4).

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menjadi salah satu pejabat nan menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kebebasan jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz.

"Kami menyambut baik bahwa Amerika Serikat dan Iran, setelah upaya mediasi krusial oleh, antara lain, Pakistan, telah menyetujui gencatan senjata berbareng selama dua minggu, nan juga dapat menciptakan kondisi untuk memulihkan jalur bebas melalui Selat Hormuz," tulis Stenergard di X.

Dukungan serupa juga datang dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Ia berambisi langkah ini menjadi awal dari penyelesaian bentrok nan lebih permanen di area tersebut. Merz turut mengapresiasi peran Pakistan dalam memfasilitasi proses mediasi antara kedua negara.

Menurutnya, perbincangan antara Amerika Serikat dan Iran mempunyai kontribusi krusial dalam melindungi penduduk sipil Iran serta menjaga stabilitas keamanan area Timur Tengah. Ia juga menilai bahwa perkembangan ini berpotensi mencegah terjadinya krisis daya global.

Sementara itu, Presiden Finlandia, Alexander Stubb, menyatakan dukungannya terhadap upaya perdamaian nan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Finlandia bakal terus mendorong penyelesaian bentrok di Selat Hormuz dan wilayah Timur Tengah secara keseluruhan.

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, nan memandang gencatan senjata ini sebagai kesempatan krusial bagi jalur diplomasi untuk kembali berjalan.

"Saya menyambut gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat. Ini memberi diplomasi sebuah kesempatan, pada saat bumi berada di periode eskalasi berbahaya," ucap menteri tersebut di X.

Sebelumnya, pada Selasa malam waktu setempat, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata bilateral dengan Iran selama dua minggu. Ia juga menyebut bahwa Iran bersedia membuka kembali akses di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa Teheran bakal memulai pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat pada Jumat mendatang di Islamabad, Pakistan.

Kesepakatan ini dinilai menjadi momentum krusial dalam meredakan ketegangan dunia serta membuka kesempatan menuju stabilitas jangka panjang di area Timur Tengah. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia