Eskalasi Libanon Meningkat, Kemenhan Pertahankan Perlindungan PBB untuk Prajurit TNI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Eskalasi Libanon Meningkat, Kemenhan Pertahankan Perlindungan PBB untuk Prajurit TNI Kemenhan pastikan perlindungan prajurit TNI di Libanon melalui sistem komando PBB.(Dok. AFP)

PEMERINTAH melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), terus memantau dengan jeli perkembangan situasi keamanan di Libanon, nan kembali memanas, terutama mengenai keselamatan prajurit TNI nan tergabung dalam misi perdamaian PBB.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Rico Ricardo Sirait, memastikan bahwa seluruh personel TNI nan tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) berada di bawah koordinasi dan perlindungan sistem komando PBB.

"Seluruh personel TNI berada di bawah sistem komando PBB, dan mereka menjalankan tugas sesuai dengan mandat serta rules of engagement nan berlaku," tegas Rico dalam wawancaranya dengan Media Indonesia, Kamis (9/4).

Dia menjelaskan bahwa beragam langkah mitigasi telah diterapkan guna mengantisipasi potensi eskalasi bentrok di wilayah tersebut. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan kewaspadaan, penyesuaian prosedur pengamanan, dan koordinasi intensif dengan markas UNIFIL serta negara-negara kontributor pasukan lainnya.

"Mitigasi terus dilaksanakan, termasuk peningkatan kewaspadaan dan penyesuaian pengamanan, serta koordinasi erat dengan markas UNIFIL dan negara penyumbang pasukan," ungkap Rico.

Terkait dengan potensi skenario darurat, seperti pemindahan alias relokasi pasukan ke wilayah nan lebih aman, Rico menjelaskan bahwa perihal ini sudah menjadi bagian dari sistem standar nan disiapkan oleh PBB. Meski demikian, keputusan resmi dari pemerintah Indonesia mengenai perihal ini tetap menunggu perkembangan situasi.

"Terkait skenario kontinjensi, termasuk kemungkinan relokasi pasukan alias langkah darurat lainnya, perihal tersebut sudah menjadi bagian dari sistem standar PBB nan selalu disiapkan dan bakal dijalankan sesuai dengan situasi lapangan," ujar Rico.

Walaupun situasi keamanan di Libanon terus berubah, Kemenhan tetap berkomitmen untuk berkontribusi pada misi perdamaian bumi sembari mengutamakan keselamatan prajurit Indonesia.

"Indonesia tetap berkomitmen pada misi perdamaian dunia, dengan menjadikan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan," tutupnya.

Pada Rabu (8/4), serangan udara Israel di Libanon menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang lainnya. Serangan ini menandai eskalasi baru di area nan sedang dilanda ketegangan. Serangan udara tersebut menghantam sejumlah wilayah di Beirut dan sekitarnya, beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Militer Israel menyebut serangan ini sebagai salah satu nan terbesar dan terkoordinasi sejak dimulainya kampanye militer terbaru di Libanon pada 2 Maret. Tel Aviv menegaskan bahwa serangan ini ditujukan untuk menghancurkan prasarana Hizbullah. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia