Fadli Zon: Kebijakan BBM Bersubsidi Jaga Inflasi dan Daya Beli Rakyat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Kebijakan BBM Bersubsidi Jaga Inflasi dan Daya Beli Rakyat Menteri Kebudayaan Fadli Zon .(Metrotvnews/Vania Liu Trixie)

MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menilai langkah pemerintah dalam mempertahankan nilai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagai keputusan strategis di tengah dinamika nilai daya dunia nan tidak menentu. Kebijakan ini dipandang krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat luas.

“Langkah pemerintah untuk tetap mempertahankan nilai BBM bersubsidi adalah langkah nan sangat tepat lantaran ini bakal menjaga inflasi dan mencegah kenaikan harga-harga lain,” ujar Fadli Zon saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Proteksi dari Mekanisme Pasar
Fadli menjelaskan bahwa jika nilai BBM diserahkan sepenuhnya pada sistem pasar, lonjakan nilai tidak bakal terhindarkan. Dampak berantainya bakal sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama golongan ekonomi menengah ke bawah nan sangat berjuntai pada stabilitas nilai energi.

Menurutnya, kebijakan mempertahankan subsidi merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Ia membandingkan kondisi di Indonesia dengan sejumlah negara lain nan menerapkan nilai berbasis pasar dan sekarang tengah berjuang menghadapi lonjakan inflasi nan signifikan.

“Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, stabilitas nilai diharapkan dapat terus terjaga di tengah tekanan ekonomi global,” tambahnya.

Kepastian Hingga Akhir 2026
Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk tidak meningkatkan nilai BBM bersubsidi hingga akhir 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat menekankan bahwa kebijakan ini bakal tetap bertindak selama rata-rata nilai minyak bumi tidak melampaui level US$97 per barel.

Senada dengan perihal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa postur anggaran negara saat ini tetap sangat mencukupi untuk menopang beban subsidi tersebut.

Simulasi Risiko Anggaran
Pemerintah juga telah menyiapkan beragam skenario mitigasi. Purbaya mengungkapkan bahwa simulasi telah dilakukan dengan dugaan nilai minyak bumi mencapai US$100 per barel.

  •     Target Defisit: Tetap terjaga di kisaran 2,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
  •     Ketahanan Anggaran: Anggaran negara dipastikan kondusif untuk membiayai subsidi hingga penghujung tahun.

Langkah sinkronisasi antara kebijakan daya dan perlindungan sosial ini diharapkan bisa menjadi alas bagi perekonomian domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global. (MGN/P-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia