Fakta-fakta Kecelakaan Maut Bus ALS Tewaskan 16 Orang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB

Insiden nahas itu menyebabkan 16 orang meninggal bumi akibat kebakaran timbul pasca kecelakaan. Selain itu, tiga orang dilaporkan luka berat dan satu korban lainnya luka ringan.

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah kebenaran mengenai kecelakaan maut tersebut, sebagai berikut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sopir bus ALS tewas

Sopir bus ALS turut menjadi korban tewas dalam kejadian maut tersebut. Sementara kernet bus hanya mengalami luka ringan.

"Untuk dari bus ada korban 14 terbakar, satu opir bus, kemudian 13 penumpang, untuk kernet mengalami luka ringan lantaran pada saat kecelakaan terlempar keluar," kata Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Rabu (6/5).

Kemudian untuk dua korban tewas lainnya merupakan pengemudi serta kernet dari truk tangki pengakut BBM. Keduanya tewas lantaran terkena kobaran api.

Hindari lubang

Polisi menyebut pengemudi bus ALS mencoba untuk menghindari lubang sebelum menabrak truk tangki pengangkut BBM. Saat itu bus tengah melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi.

"Untuk saat ini sementara kejadian tersebut diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokkan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi sehingga menabrak mobil tangki dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau," kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu'min Wijaya dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Rabu (6/5).

Kendati demikian, kata Nandang, pihaknya tetap menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kecelakaan maut tersebut.

"Tim terpadu dari Ditlantas di bawah ketua pak Dirlantas termasuk laboratorium forensik, TAA Laka dan Jasa Raharja sudah di TKP untuk melaksanakan aktivitas olah TKP terpadu untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan sebagainya," ujarnya.

Kernet bus ALS diperiksa

Dalam proses penyelidikan, polisi turut memeriksa kernet bus ALS untuk dimintai keterangannya mengenai kecelakaan maut nan menewaskan belasan orang tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui ihwal keterangan apa saja nan disampaikan kernet bus kepada pihak kepolisian.

"Kita bakal periksa saksi si kernet, lantaran nan berkepentingan tetap berada di Satlantas untuk dimintai keterangan," ucap Rendy.

Identifikasi korban tewas

Terkait kejadian ini, Polda Sumsel membuka posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI). Posko DVI disiapkan di RSUD Lubuk Linggau untuk proses identifikasi dan pengambilan jenazah.

"Posko bakal kita buka di RSUD. Untuk pengambilan jenazah. (Ada) 16 Jenazah di RSUD Lubuk linggau," ucap Nandang.

Ia menjelaskan proses identifikasi bakal dilakukan langsung oleh tim Dokkes Polda Sumsel nan telah diberangkatkan melalui jalur darat.

"Rencana awal jenazah dibawa ke RSUD setempat dan diamankan kemudian bakal diperiksa oleh tim DVI polda Sumsel," ujarnya.

Luka bakar 80-99 persen

Tiga korban luka berat saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Rupit. Ketiga korban itu terdiri dari wanita usia 30 tahun, laki-laki usia 31 tahun dan laki-laki usia 44 tahun.

Kasi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi Julianti mengungkapkan ketiga korban mengalami luka bakar dengan kondisi berat dan saat ini dirawat di ruang ICU.

"Untuk nan dua korban itu (luka bakar) nyaris 80 persen, nan satu korban 99 persen," ucap dia dalam wawancara dengan CNNIndonesiaTV, Rabu.

"Sekarang itu satu orang dirawat di ICU dengan ventilator, dua orang juga di ICU untuk pengawasan ketat. Untuk pengobatan baru terapi-terapi dan bakal dilaksanakan tindakan, kondisi ini kan jika lagi perbaikan untuk dilakukan tindakan operasi besok pagi untuk dua orang, untuk satu orang kita perbaiki dulu untuk trauma inhalasi," sambungnya.

(dis/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional