Fakta Menarik Hujan Meteor Lyrid yang Akan Hiasi Langit Akhir April 2026

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Fakta Menarik Hujan Meteor Lyrid nan Akan Hiasi Langit Akhir April 2026 Astronot Don Pettit di Stasiun Luar Angkasa Internasional mengarahkan kamera videonya ke Bumi saat terjadinya puncak hujan meteor Lyrid pada 2012. Rekaman dari malam itu sekarang mengungkap gambar-gambar menakjubkan Bumi di malam hari dengan meteor nan terbak(Dok. NASA/JSC/D. Pettit)

HUJAN meteor Lyrid bakal kembali menghiasi langit malam pada akhir April 2026. Fenomena ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua nan pernah dicatat manusia. Pengamat di Tiongkok telah merekam kemunculannya sejak 687 SM, menjadikan Lyrid sebagai salah satu pagelaran langit paling bersejarah.

Lyrid terkenal lantaran meteor-meteornya melesat sigap dan tampak terang. Dalam kondisi normal, hujan meteor ini menghasilkan sekitar 10 hingga 15 meteor per jam saat puncak. Meski begitu, Lyrid juga pernah menunjukkan lonjakan langka dengan jumlah meteor jauh lebih banyak, sehingga selalu menarik ditunggu para pengamat langit.

Fakta Singkat tentang Hujan Meteor Lyrid

Berikut beberapa kebenaran singkat tentang Lyrid:

  • Asal komet: C/1861 G1 Thatcher
  • Titik pancaran: konstelasi Lyra
  • Jumlah meteor saat puncak: sekitar 10–15 meteor per jam
  • Kecepatan meteor: sekitar 47 kilometer per detik

Fakta Hujan Meteor Lyrid

Meski cukup aktif, meteor Lyrid umumnya tidak meninggalkan jejak debu panjang nan bercahaya di langit. Namun, hujan meteor ini sesekali menghadirkan meteor sangat terang nan dikenal sebagai fireball alias bola api. Inilah salah satu argumen Lyrid kerap disebut sebagai hujan meteor nan singkat, tetapi tetap memikat.

Lyrid paling ideal diamati dari Belahan Bumi Utara. Titik pancarannya berada di dekat bintang terang Vega, salah satu bintang paling mencolok di langit malam, nan berada di konstelasi Lyra. Saat Vega semakin tinggi menjelang tengah malam hingga awal hari, kesempatan memandang meteor Lyrid juga ikut membesar.

Untuk tahun 2026, waktu terbaik menyaksikan hujan meteor Lyrid adalah malam 21 April hingga awal hari 22 April, terutama setelah tengah malam sampai sebelum fajar. Kondisi pengamatan tahun ini juga cukup menguntungkan lantaran langit diperkirakan relatif gelap tanpa gangguan sinar bulan nan besar.

Tips Melihat Hujan Meteor Lyrid

Agar pengalaman memandang Lyrid lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  1. Pilih letak nan gelap dan jauh dari polusi cahaya.
  2. Waktu terbaik mengawasi adalah setelah tengah malam hingga sebelum fajar.
  3. Arahkan pandangan ke langit timur, tetapi jangan terpaku tepat ke titik Vega.
  4. Lihat area langit nan lebih luas agar jejak meteor tampak lebih panjang.
  5. Beri waktu mata sekitar 20-30 menit untuk beradaptasi dengan gelap.

Dengan kondisi langit nan mendukung, hujan meteor Lyrid bisa menjadi salah satu kejadian langit paling menarik untuk dinikmati pada April 2026. (NASA/EarthSky/American Meteor Society/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia