Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Jum'at, 30 Januari 2026 |02:10 WIB

Farhat Abbas (Foto: Okezone)
JAKARTA – Praktisi hukum, Farhat Abbas menilai, rumor dugaan piagam tiruan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sarat muatan politis dan digulirkan lantaran adanya motif ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Farhat dalam program Interupsi berjudul “Pecah Kongsi, Eggi–Damai Lapor Polisi” nan disiarkan iNews TV, Kamis (29/1/2026).
Farhat mencontohkan penyelesaian secara restorative justice, dalam gugatan perdata mengenai piagam Jokowi nan diajukan eks Wakil Menteri Desa, Paiman Raharjo, terhadap Bambang Suryadi Bitor dan Hermanto.
"Pada perkara gugatan perdata Profesor Paiman, itu kita sudah damai. Bahkan mereka meminta maaf dan menyatakan bahwa tuduhan piagam dicetak di Pasar Pramuka itu tidak benar," ujar Farhat.
Ia menambahkan, Roy Suryo sempat tidak datang dalam forum mediasi gugatan tersebut. Padahal, menurut Farhat, forum itu semestinya menjadi kesempatan untuk memandang langsung piagam Jokowi.
“Kalau waktu itu mereka datang di sidang, tamat permainan ini. Ini kan menyangkut politik. Ada agenda politik di sini,” ucapnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·