Monica Witt.(FBI)
BIRO Investigasi Federal (FBI) secara resmi mengumumkan sayembara dengan bingkisan sebesar US$200.000 alias sekitar Rp3,5 miliar untuk info nan mengarah pada penangkapan Monica Witt. Witt adalah mantan ahli intelijen Angkatan Udara Amerika Serikat nan didakwa melakukan spionase untuk pemerintah Iran.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (14/5) waktu setempat, FBI menegaskan bahwa mereka tetap terus berupaya melacak keberadaan Witt. Ia diyakini membelot ke Iran pada 2013 dan hingga sekarang diduga kuat tetap terus mendukung aktivitas siber serta intelijen nan merugikan kepentingan Amerika Serikat.
Rekam Jejak dan Pengkhianatan
Monica Witt bukan orang sembarangan dalam struktur militer AS. Ia merupakan mantan perwira kontra-intelijen di Air Force Office of Special Investigations (AFOSI). Antara tahun 2003 hingga 2008, tugasnya mencakup misi kontra-intelijen sensitif di area Timur Tengah.
Namun, pekerjaan cemerlang tersebut berhujung dengan pengkhianatan. Pada tahun 2019, Departemen Kehakiman AS mendakwa Witt dengan tuduhan serius:
- Membocorkan Program Rahasia: Witt diduga mengungkapkan keberadaan program pengumpulan intelijen nan sangat rahasia kepada pihak Iran.
- Membahayakan Nyawa Agen: Ia dituduh membeberkan identitas original seorang perwira intelijen AS, nan secara langsung menakut-nakuti keselamatan nyawa perseorangan tersebut.
- Konspirasi Pertahanan: Jaksa menuduh bahwa sejak Januari 2012 hingga Mei 2015, Witt bekerja-sama dengan penduduk negara Iran untuk menyerahkan arsip pertahanan nasional.
Detail Hadiah & Pencarian:
FBI Washington Field Office menyatakan bahwa bingkisan ini merupakan bagian dari upaya terbaru untuk membawa Witt ke pengadilan. Daniel Wierzbicki, pemasok unik nan bertanggung jawab atas Divisi Kontra-intelijen dan Siber, menyatakan bahwa FBI tidak bakal pernah melupakan kasus ini.
Fasilitas dari Pemerintah Iran
Berdasarkan surat dakwaan, setelah membelot ke Iran, Witt mendapatkan beragam akomodasi dari pemerintah setempat sebagai hadiah atas jasanya. Fasilitas tersebut meliputi perumahan serta peralatan komputer canggih untuk memfasilitasi pekerjaannya bagi kepentingan Teheran.
Selain Witt, dakwaan tahun 2019 tersebut juga menjerat empat penduduk negara Iran lain. Mereka dituduh melakukan konspirasi, upaya peretasan komputer, serta pencurian identitas nan diperberat dalam rangkaian operasi spionase nan sama.
Hingga saat ini, keberadaan pasti Monica Witt tetap menjadi misteri. Namun FBI meyakini ada pihak-pihak nan mengetahui lokasinya, terutama di tengah dinamika ketegangan hubungan antara AS dan Iran saat ini.
"FBI mau mendengar dari Anda sehingga Anda dapat membantu kami menangkap Witt dan membawanya ke pengadilan," tulis pernyataan resmi lembaga tersebut. (CNN/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·