Ilustrasi(MI/Agung Wibowo)
MEMASUKI bulan April, banyak masyarakat bertanya-tanya: kenapa tetap sering hujan padahal semestinya sudah mulai musim kemarau? Fenomena ini rupanya bukan perihal nan aneh, melainkan bagian dari dinamika suasana di Indonesia.
Peralihan Musim Jadi Penyebab Utama
Salah satu aspek utama kenapa hujan tetap terjadi di bulan April adalah lantaran Indonesia sedang berada dalam masa masa peralihan musim (pancaroba).
BMKG menjelaskan bahwa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagian wilayah memang mulai memasuki musim kemarau, tetapi sebagian lainnya tetap mengalami pola cuaca basah. Hal ini menyebabkan hujan tetap sering turun, apalagi dengan intensitas cukup tinggi.
Menurut keterangan dari tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui rilis Direktorat Meteorologi Publik, kondisi cuaca di Indonesia tetap dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.
Faktor Atmosfer nan Memicu Hujan di April
Selain aspek musim, ada beberapa kejadian atmosfer nan membikin hujan tetap terjadi:
1. Aktivitas Gelombang Atmosfer
Gelombang seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan MRG (Mixed Rossby-Gravity) masih aktif di wilayah Indonesia.
Gelombang ini memicu pembentukan awan hujan secara signifikan.
2. Madden-Julian Oscillation (MJO)
Fenomena MJO nan melintas di wilayah Indonesia meningkatkan aktivitas konveksi, sehingga kesempatan hujan menjadi lebih tinggi.
3. Peralihan Monsun Asia ke Australia
Perubahan arah angin dari Monsun Asia ke Monsun Australia menciptakan zona pertemuan angin (konvergensi) yang mendukung pembentukan hujan.
4. Sirkulasi Siklonik
Adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan Indonesia turut memperkuat pembentukan awan hujan.
5. Pemanasan Siang Hari
Suhu panas di siang hari mempercepat pembentukan awan konvektif nan berujung pada hujan sore alias malam.
Intensitas Hujan Masih Tinggi
Data BMKG menunjukkan bahwa pada awal April 2026, sejumlah wilayah tetap mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat, apalagi mencapai lebih dari 100 mm per hari di beberapa daerah.
Ini menandakan bahwa meskipun almanak sudah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer tetap sangat mendukung terjadinya hujan. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·