Poster movie Songko(imdb)
DUNIA perfilman Indonesia kembali mengangkat kekayaan tradisi lokal melalui aliran horor. Kali ini, Dunia Mencekam Studio bekerja-sama dengan Rumah Produksi Santara mempersembahkan film terbaru berjudul Songko. Film ini terinspirasi dari legenda masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Minahasa dan Tomohon.
Proyek ini menandai debut penyutradaraan Gerald Mamahit di layar lebar. Melalui Songko, Gerald tidak hanya mau menyajikan ketakutan visual, tetapi juga menggali kedalaman cerita rakyat dari Indonesia Timur nan selama ini jarang tersentuh layar lebar.
“Songko adalah cerita nan sangat dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa. Kami mau menghadirkan seram nan terasa autentik, bukan hanya menakutkan secara visual, tetapi juga mempunyai akar cerita nan kuat dari tradisi lokal,” ujar Gerald Mamahit dalam keterangan resminya, Kamis (8/4).
Sinopsis: Teror di Kaki Gunung Lokon
Berlatar tahun 1986, movie ini membawa penonton ke sebuah desa di Tomohon, tanah Minahasa, nan mendadak mencekam. Kedamaian penduduk terusik setelah satu per satu wanita muda ditemukan tewas secara mengenaskan tanpa penjelasan medis nan masuk akal.
Keyakinan penduduk desa pun mengerucut pada satu sosok mistis: Songko. Makhluk misterius ini dipercaya mengincar darah suci wanita muda demi mendapatkan kekekalan. Seiring meningkatnya jumlah korban, ketakutan berubah menjadi kecurigaan massal. Tuduhan mulai mengarah kepada family Mikha, di mana ibu tirinya, Helsye, dituding sebagai dalang nan memanggil makhluk tersebut ke desa mereka.
Komitmen Hyperlocal Storytelling
Film ini mengusung konsep hyperlocal storytelling nan kuat. Selain melibatkan talenta lokal, tim produksi membangun set letak syuting permanen di kaki Gunung Lokon, Tomohon. Infrastruktur ini dirancang sebagai investasi imajinatif berkepanjangan bagi ekosistem perfilman di Sulawesi Utara.
Aktor Khiva Iskak mengungkapkan bahwa atmosfer di letak syuting sangat mendukung pendalaman karakter. “Yang membikin movie ini menarik adalah kisahnya berasal dari legenda nan betul-betul dipercaya oleh masyarakat. Saat menjalani proses syuting di Tomohon, suasananya terasa sangat kuat,” ungkapnya.
Senada dengan Khiva, aktris Annette Edoarda tertarik berasosiasi lantaran bentrok sosial nan diangkat. Menurutnya, movie ini menggambarkan gimana sebuah organisasi bisa terpecah akibat tuduhan dan teror nan tidak mereka pahami.
Informasi Produksi dan Jadwal Tayang
Berikut adalah perincian info mengenai movie "Songko":
| Judul Film | Songko |
| Sutradara | Gerald Mamahit |
| Pemeran Utama | Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, Khiva Iskak |
| Latar Cerita | Tomohon, Minahasa (Tahun 1986) |
| Lokasi Syuting | Kaki Gunung Lokon, Sulawesi Utara |
| Produksi | Dunia Mencekam Studio & Rumah Produksi Santara |
| Jadwal Tayang | 23 April 2026 |
Film Songko dijadwalkan bakal meneror penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026. Dengan perpaduan legenda lokal nan autentik dan latar alam Sulawesi Utara nan megah, movie ini diharapkan menjadi standar baru bagi seram berbasis kearifan lokal. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·