FKIC Siap Jembatani Pemerintah dan Investor di Tengah Sorotan Kadin Tiongkok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
FKIC Siap Jembatani Pemerintah dan Investor di Tengah Sorotan Kadin Tiongkok .(.)

Forum Komunikasi Indonesia–China (FKIC) mendorong penguatan perbincangan konstruktif antara pemerintah dan pelaku upaya guna menjaga suasana investasi nasional tetap stabil di tengah beragam dinamika nan berkembang belakangan ini.

FKIC menilai hubungan ekonomi Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok selama ini telah memberikan kontribusi krusial terhadap pertumbuhan industri nasional, pembuatan lapangan kerja, transfer teknologi, hingga penguatan agenda hilirisasi.

“Berbagai masukan dari bumi upaya sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari proses perbincangan untuk penyempurnaan ekosistem investasi nasional, bukan sebagai corak konfrontasi terhadap pemerintah,” ujar Sekjen FKIC S Suparmaji didampingi Ketua Umum FKIC Firdaus Dewilmar, nan juga Staf Khusus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Ketua Harian FKIC Ahmad Kaylani, nan juga Ketua Umum Perisai Prabowo.

FKIC juga menegaskan bahwa Indonesia mempunyai kedaulatan penuh dalam menentukan arah kebijakan nasional, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam, hilirisasi industri, dan penegakan hukum.

Namun di sisi lain, kepastian izin dan konsistensi penerapan kebijakan tetap diperlukan untuk menjaga kepercayaan penanammodal dan daya saing Indonesia di tengah kejuaraan global.

FKIC mengapresiasi langkah Pemerintah Republik Indonesia nan dinilai tetap membuka ruang komunikasi dengan para pelaku upaya dan penanammodal strategis.

Menurut FKIC, pendekatan dialogis tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas investasi sekaligus memastikan seluruh aktivitas upaya tetap melangkah sesuai norma dan kepentingan nasional.

“Pendekatan dialogis menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas investasi sekaligus memastikan seluruh aktivitas upaya tetap melangkah sesuai norma dan kepentingan nasional,” kata Mas Maji, panggilan berkawan Suparmaji.

FKIC menyatakan siap mengambil peran aktif sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, investor, asosiasi usaha, dan beragam pemangku kepentingan lainnya.

Bentuk support tersebut meliputi fasilitasi perbincangan kelembagaan, penyampaian masukan berbasis info dan kebenaran lapangan, penguatan pemahaman izin bagi investor, hingga support terhadap kepatuhan norma dan tata kelola upaya nan baik.

FKIC juga menekankan pentingnya membangun hubungan ekonomi Indonesia–China berasas prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan mendukung prioritas pembangunan nasional Indonesia, termasuk penguatan industri dalam negeri, pembuatan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah nasional.

Sebelumnya, Kamar Dagang China di Indonesia mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto nan berisi sejumlah catatan mengenai suasana investasi di Indonesia. Dalam surat tersebut, para pelaku upaya menyoroti persoalan perubahan izin nan dinilai terlalu cepat, kebijakan royalti, perpajakan, hingga penegakan norma nan dianggap memengaruhi stabilitas dan keberlangsungan investasi.

Selain itu, penanammodal juga mengeluhkan halangan birokrasi dan proses perizinan nan dinilai tetap belum sepenuhnya efisien di sejumlah sektor strategis. Mereka berambisi pemerintah dapat menjaga kepastian norma dan membuka ruang komunikasi nan lebih intensif dengan para penanammodal agar suasana upaya tetap kondusif di tengah persaingan investasi global.

Surat tersebut kemudian menjadi perhatian publik lantaran dinilai mencerminkan dinamika hubungan antara pemerintah dan penanammodal asing di tengah agenda hilirisasi nasional. Sejumlah pihak menilai situasi tersebut perlu disikapi melalui perbincangan nan konstruktif agar stabilitas investasi tetap terjaga dan hubungan ekonomi Indonesia–China terus melangkah secara sehat dan saling menguntungkan.

Sejumlah pihak, khususnya Forum Komunikasi Indonesia-China (FKIC)  menilai situasi tersebut perlu disikapi melalui perbincangan nan konstruktif agar stabilitas investasi tetap terjaga dan hubungan ekonomi Indonesia–China terus melangkah secara sehat dan saling menguntungkan. (P-5)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia