Flesh and Bones: Menelusuri Rahasia Tubuh Manusia di ArtScience Museum

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Menelusuri Rahasia Tubuh Manusia di ArtScience Museum Pameran Flesh and Bones di ArtScience Museum(MI/HO)

ARTSCIENCE Museum membujuk visitor untuk menyelami lebih dalam rahasia nan paling dekat dengan diri kita sendiri: tubuh manusia. Melalui pameran berjudul Flesh and Bones: The Art of Anatomy, museum ikonik di Marina Bay Sands ini menghadirkan perpaduan memukau antara seni, sains, memori, dan tradisi.

Dibuka perdana pada 21 Maret 2026, pameran ini sekaligus menandai seremoni ulang tahun ke-15 ArtScience Museum. Pengunjung diajak menelusuri gimana tubuh manusia dipelajari, dibayangkan, dan direpresentasikan lintas waktu serta budaya, mulai dari corak bentuk nan nyata hingga lanskap tersembunyi di kembali kulit.

Perpaduan Mahakarya Sejarah dan Seni Kontemporer

Pameran ini menampilkan lebih dari 160 artefak dan karya seni, termasuk mahakarya berhistoris dari proyek Getty Research Institute, Los Angeles, nan dikurasi oleh Dr. Monique Kornell. Koleksi pinjaman dari Getty mencakup ilustrasi berukuran nyata, atlas anatomi, hingga manuskrip medis langka nan mengungkap perkembangan pemahaman manusia terhadap anatomi.

Honor Harger, Vice President ArtScience Museum, menjelaskan bahwa pameran ini menceritakan perjalanan anatomi sebagai praktik nan terus berkembang.

"Di beragam budaya dan era, bagian anatomi dibentuk tidak hanya oleh pencarian ilmiah, tetapi juga oleh sistem kepercayaan, teknologi visualisasi, dan eksplorasi artistik," ujarnya.

Berikut adalah rincian utama mengenai pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy:

Kategori Detail Informasi
Periode Pameran 21 Maret – 16 Agustus 2026
Jumlah Artefak Lebih dari 160 item (termasuk 33 karya seni kontemporer)
Sorotan Utama Ukiran anatomi Antonio Cattani (Abad ke-18), Instalasi Chiharu Shiota, VR Evolver
Kolaborator Utama Getty Research Institute, NTU Singapore, Singapore College of TCM
Spesimen Medis 20 spesimen tubuh manusia (patologis & plastinasi)

Pengalaman Imersif: Dari Benang Merah hingga Realitas Virtual

Perjalanan visitor dimulai dengan The Network Within (2026), sebuah instalasi megah karya seniman Jepang, Chiharu Shiota. Menggunakan jalinan benang merah nan menjadi karakter khasnya, Shiota menggambarkan sistem sirkulasi darah dan jalur pernapasan sebagai simbol hubungan antara memori dan sejarah manusia.

Di bagian tengah, terdapat instalasi audiovisual imersif berjudul Evolver (2022) karya Marshmallow Laser Feast. Melalui proyeksi skala besar dan teknologi VR, visitor dibawa mengikuti perjalanan oksigen di dalam paru-paru. Pengalaman ini semakin dramatis dengan narasi dari aktris pemenang Oscar, Cate Blanchett, serta iringan musik dari Jonny Greenwood (Radiohead).

Perspektif Asia dan Penghormatan bagi 'Silent Mentor'

Flesh and Bones juga memberikan ruang luas bagi perspektif Asia. Terdapat galeri unik Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) nan menampilkan lebih dari 40 koleksi pinjaman dari Singapore College of Traditional Chinese Medicine. Berbeda dengan anatomi Barat, TCM memandang tubuh sebagai jaringan aliran daya dan keseimbangan.

Salah satu bagian nan paling menyentuh adalah tampilan 20 spesimen tubuh manusia asli. Selain untuk edukasi medis, bagian ini memperkenalkan program Silent Mentor. Program ini memberikan penghormatan bagi para donor tubuh nan dipandang oleh mahasiswa kedokteran sebagai "guru pertama" mereka, menekankan nilai empati dan kemanusiaan di kembali pengetahuan anatomi. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia