FTTH dan FWA Saling Melengkapi Percepat Pemerataan Internet

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
FTTH dan FWA Saling Melengkapi Percepat Pemerataan Internet Seminar nan diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB).(Dok.Istimewa)

MYREPUBLIC Indonesia menegaskan bahwa teknologi Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) bukan saling menggantikan, melainkan saling melengkapi untuk mempercepat pemerataan akses broadband di Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam seminar nan diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB) berjudul “FTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah nan Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan Akses Digital Indonesia.”

Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, mengatakan kedua teknologi tersebut mempunyai karakter dan tantangan nan berbeda, sehingga memerlukan pendekatan nan disesuaikan dengan kondisi wilayah.

“FTTH dan FWA mempunyai karakter tantangan nan berbeda, mulai dari kebutuhan investasi dan kompleksitas pembangunan pada FTTH, hingga keterbatasan spektrum dan kualitas jasa pada FWA,” ujar Hendra dalam obrolan tersebut.

Ia menjelaskan, MyRepublic menerapkan strategi berbasis wilayah, dengan FTTH difokuskan di area padat berpenduduk dengan kebutuhan bandwidth tinggi, sementara FWA digunakan untuk mempercepat penetrasi jasa di wilayah semi-urban.

Menurut Hendra, FTTH tetap menjadi tulang punggung utama dalam menghadirkan konektivitas internet nan stabil dan berkapasitas besar. Sementara itu, FWA berkedudukan sebagai pelengkap untuk memperluas jangkauan layanan, terutama di wilayah nan belum terjangkau jaringan fiber optik.

“Perkembangan FTTH dan FWA tidak mengarah pada substitusi, tetapi saling melengkapi. FWA membuka kesempatan pasar baru, sementara FTTH tetap menjadi backbone utama,” katanya.

Ia menambahkan, dinamika nilai jasa FWA di pasar tidak berakibat langsung terhadap jasa FTTH, namun tetap menjadi perhatian industri dalam membentuk ekspektasi nilai ke depan.

Hendra juga menegaskan bahwa MyRepublic telah menghadirkan jasa internet berbasis full fiber optic nan stabil dan berkapasitas tinggi untuk mendukung beragam kebutuhan digital masyarakat.

“Layanan FTTH MyRepublic menjadi pilihan bagi masyarakat nan memerlukan hubungan internet berbobot tinggi dan konsisten, baik untuk produktivitas maupun hiburan,” ujarnya.

SOLUSI ALTERNATIF
Di sisi lain, FWA dinilai sebagai solusi pengganti untuk menghadirkan akses broadband di wilayah nan belum terjangkau fiber. Hendra menekankan bahwa FTTH, FWA, dan jaringan seluler kudu dipandang sebagai solusi nan saling mendukung, bukan kompetitor.

“Dengan pendekatan berbasis kebutuhan pengguna dan kondisi wilayah, kami optimistis dapat menghadirkan konektivitas nan lebih merata, berkualitas, dan terjangkau,” tandasnya.

Ia juga menilai support izin dan insentif dari pemerintah bakal sangat menentukan kecepatan industri dalam memperluas jangkauan jasa digital di Indonesia.

Partisipasi MyRepublic dalam seminar tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital nasional melalui kerjasama lintas sektor.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan jasa internet berbobot tinggi melalui pengembangan jaringan nan adaptif dan berkelanjutan, serta mendukung percepatan pemerataan akses digital di seluruh Indonesia,” pungkas Hendra.

Sebagai informasi, MyRepublic Indonesia merupakan penyedia jasa internet berbasis fiber optik dan TV berlangganan nan menyediakan solusi konektivitas untuk segmen residensial melalui jaringan FTTH dan FWA guna memperluas akses internet di beragam wilayah. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia