Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi buka bunyi soal rumor aksi teror 'pocong' nan telah membikin kegaduhan dan meresahkan masyarakat di wilayah Cipondoh Tangerang, Banten.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan bahwa rumor misterius tersebut diduga info bohong alias tidak betul kebenaran faktanya.
"Jadi jangan mudah percaya terhadap info nan belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan berita nan belum jelas kebenarannya," ungkapnya mengutip Antara, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, berasas hasil penelusuran pihak kepolisian bahwa tindakan teror 'pocong' ini diduga dijadikan modus kejahatan nan dilakukan golongan pencurian alias perampokan dengan langkah menakut-nakuti warga.
Sehingga, di tengah kepanikan dan kelengahan masyarakat, golongan tidak bertanggung jawab itu memanfaatkan situasi tersebut.
"Jangan sampai masyarakat merasa takut nan justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan," katanya.
Indra menegaskan, untuk memberikan rasa kondusif kepada masyarakat, Polresta Tangerang melalui kegunaan Bhabinkamtibmas berbareng unsur Babinsa dan perangkat lingkungan bakal meningkatkan patroli di wilayah permukiman warga, khususnya pada malam hingga awal hari.
Selain itu, masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) alias ronda malam sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
"Kami juga membujuk masyarakat menghidupkan kembali ronda alias siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," kata dia.
Dalam perihal ini, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan mengenai viralnya teror 'pocong' tersebut guna mengungkap pihak nan terlibat serta motif di kembali tindakan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat diminta segera melapor andaikan memandang aktivitas mencurigakan alias hal-hal nan meresahkan di lingkungan sekitar alias melalui jasa call center 110.
"Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya," pungkas Indra.
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·