Potret Galaxy NGC 3137(Doc Wiki)
TELESKOP luar angkasa Hubble Space Telescope kembali menangkap gambaran perincian galaksi spiral NGC 3137 nan berada di rasi bintang Antlia. Pengamatan terbaru ini membantu astronom memahami lebih jauh proses pembentukan bintang di galaksi spiral nan mempunyai karakter mirip dengan Milky Way alias Bima Sakti.
NGC 3137 diketahui berada sekitar 25 juta tahun sinar dari Bumi dan termasuk galaksi spiral berpalang. Dalam gambaran terbaru nan dirilis NASA dan European Space Agency (ESA), terlihat struktur lengan spiral galaksi dipenuhi gugusan bintang muda berwarna kebiruan serta awan debu kosmik nan membentang di beragam sisi galaksi.
Menurut intelektual Hubble, area terang berwarna biru pada lengan spiral menunjukkan wilayah pembentukan bintang aktif. Gas hidrogen dan debu antar bintang di wilayah tersebut mengalami keruntuhan gravitasi hingga akhirnya membentuk bintang-bintang baru dalam jumlah besar.
Pengamatan perincian terhadap NGC 3137 juga memberikan petunjuk mengenai gimana galaksi spiral mempertahankan proses pembentukan bintang selama miliaran tahun. Struktur spiral dipercaya membantu mengumpulkan gas dan debu ke wilayah tertentu sehingga mempercepat lahirnya generasi bintang baru.
Selain itu, para astronom meneliti pengedaran debu kosmik di dalam galaksi tersebut menggunakan kombinasi kamera Wide Field Camera 3 milik Hubble. Analisis ini krusial untuk memahami hubungan antara materi antarbintang dengan perkembangan galaksi spiral.
NGC 3137 menarik perhatian intelektual lantaran mempunyai ukuran dan pola struktur nan dinilai cukup stabil dibanding beberapa galaksi spiral lain nan mengalami tabrakan alias gangguan gravitasi besar. Kondisi tersebut membikin galaksi ini dianggap sebagai laboratorium alami untuk mempelajari dinamika pembentukan bintang.
Penelitian terbaru juga menunjukkan beberapa wilayah di galaksi tersebut mempunyai tingkat kelahiran bintang lebih tinggi dibanding area lain. Perbedaan ini diyakini dipengaruhi kepadatan gas, medan magnet, dan gelombang gravitasi di dalam lengan spiral galaksi.
NASA dan ESA menyebut observasi seperti ini membantu intelektual memahami sejarah perkembangan galaksi, termasuk gimana Bima Sakti berkembang selama miliaran tahun. Meski Hubble telah beraksi lebih dari tiga dekade, teleskop tersebut tetap menjadi salah satu instrumen utama untuk mempelajari struktur galaksi di alam semesta dekat.
Data pengamatan NGC 3137 juga bakal digunakan sebagai referensi untuk observasi lanjutan menggunakan James Webb Space Telescope nan bisa meneliti wilayah pembentukan bintang dengan sensitivitas inframerah lebih tinggi.
Sumber: NASA Hubble, European Space Agency (ESA), HubbleSite, Space Telescope Science Institute (STScI), Astrophysical Journal Letters
English (US) ·
Indonesian (ID) ·