Ilustrasi.(Magnific)
GELOMBANG panas ekstrem diprediksi bakal melanda 22 negara bagian di Amerika Serikat minggu ini. Kondisi paling intens diperkirakan terjadi di wilayah Intermountain West, Great Plains, dan wilayah Selatan, nan menakut-nakuti kesehatan jutaan penduduk di tengah krisis kekeringan nan meluas.
Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa sekitar 50 juta orang bakal menghadapi suhu di atas 90 derajat Fahrenheit (32°C), sementara 11 juta orang lain kudu bersiap menghadapi suhu ekstrem di atas 100 derajat Fahrenheit (37,7°C).
Rekor Suhu di Wilayah Barat
Beberapa wilayah diprediksi bakal mencatatkan rekor suhu tertinggi baru. Di dekat Death Valley, California, suhu diperkirakan melonjak hingga 117°F (47,2°C) pada hari Senin (11/5). Sementara itu, Phoenix diprediksi mencapai 109°F (42,7°C), suhu nan biasanya baru terjadi pada bulan Juli.
Ilmuwan suasana Daniel Swain mencatat bahwa suhu siang dan malam hari di seluruh wilayah Barat bakal jauh lebih hangat dibandingkan rata-rata pertengahan Mei. "Pastikan untuk tetap terhidrasi dan mencari tempat teduh jika bekerja di luar ruangan," imbau Layanan Cuaca Nasional (NWS) San Diego.
Heat Dome dan Krisis Kekeringan
Fenomena panas minggu ini didorong oleh transient heat dome (kubah panas transien) nan terbentuk akibat melemahnya angin jet stream. Kondisi ini memperparah situasi di 60 persen wilayah AS nan saat ini sedang berjuang melawan kekeringan.
Data Kekeringan Wilayah Terdampak:
- Colorado: 96% wilayah mengalami kekeringan; krisis air di Sungai Colorado terus membayangi.
- Utah: Hampir 60% wilayah berada dalam status kekeringan ekstrem (Level 3 dari 4).
- Nebraska, Oklahoma, & Kansas: Kekeringan mencakup masing-masing 88%, 81%, dan 60% wilayah daratan.
Ancaman Kebakaran Hutan di Florida
Di wilayah Selatan, meskipun suhu ekstrem tidak merata, curah hujan tetap sangat minim. Florida mencatatkan 99% wilayahnya terdampak kekeringan. Pada Senin pagi, dilaporkan terjadi kebakaran rimba seluas 4.800 hektare di Everglades, barat laut Miami, dengan tingkat pemadaman baru mencapai 20%.
Anomali Cuaca: Dari Beku ke Panas Terik
Menariknya, kondisi kontras terjadi di wilayah Midwest hingga Pantai Timur. Sekitar 200 juta orang sempat merasakan suhu di bawah rata-rata pada awal Mei, termasuk embun kaku (frost) di wilayah Utara. Di Washington D.C., suhu apalagi sempat turun ke nomor 40-an°F pada Senin malam.
Namun, udara dingin ini diperkirakan bakal segera berakhir. Mulai akhir pekan ini hingga minggu depan, suhu panas setingkat musim panas diprediksi bakal mulai merambat dari Chicago hingga New York, menandai berakhirnya cuaca dingin nan tidak biasa di wilayah tersebut. (Washington Post/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·