Kondisi Libanon usai serangan sadis Israel.(Al Jazeera)
IRAN menyatakan bakal memberikan balasan kepada Israel atas serangan nan dilancarkan ke Libanon, terutama di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Teheran dan Amerika Serikat.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut mencakup seluruh kawasan, termasuk Libanon, nan selama bentrok kerap menjadi sasaran serangan Israel.
Klaim itu juga disebut mendapat konfirmasi dari Pakistan sebagai mediator dalam kesepakatan antara AS dan Iran.
Seorang pejabat senior Iran, dalam pernyataannya kepada Al Jazeera, Kamis (9/4), menegaskan bahwa Teheran tidak bakal tinggal diam.
"Kami bakal menghukum Israel sebagai respons atas kejahatan nan dilakukannya di Libanon serta pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa cakupan gencatan senjata tidak terbatas pada satu wilayah.
"Gencatan senjata mencakup seluruh area dan Israel dikenal sering melanggar janji serta hanya bisa ditahan dengan kekuatan senjata," lanjut pejabat tersebut.
Sementara itu, instansi buletin Fars News Agency melaporkan, mengutip sumber militer nan tidak disebutkan namanya, bahwa Iran tengah mempersiapkan langkah jawaban atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Peringatan keras juga disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Pasukan elite tersebut menyatakan bakal mengambil tindakan tegas jika serangan ke Libanon terus berlanjut.
"Kami memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat nan melanggar janji dan sekutu Zionisnya dalam pembantaian," demikian pernyataan IRGC melalui media FARS.
IRGC menegaskan akibat serius jika agresi tidak dihentikan.
"Jika agresi terhadap Libanon nan kami cintai tidak segera dihentikan, kami bakal menjalankan tugas kami dan memberikan respons nan membikin para agresor jahat di area ini menyesal," lanjut pernyataan tersebut.
Di sisi lain, golongan milisi Hizbullah nan menguasai wilayah selatan Libanon dilaporkan mulai melancarkan serangan jawaban ke Israel sebagai respons atas eskalasi nan terjadi.
Namun, Israel tetap bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak mencakup wilayah Libanon, sehingga operasi militernya di area tersebut dianggap berada di luar kerangka perjanjian. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·