Gencatan Senjata Bantalan Positif bagi Rupiah, Pasar Pantau Harga Minyak

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Gencatan Senjata Bantalan Positif bagi Rupiah, Pasar Pantau Harga Minyak Ilustrasi.(Antara Foto)

GENCATAN senjata bersyarat selama dua minggu nan disepakati Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Iran menjadi alas positif bagi nilai tukar rupiah setelah sempat melemah. Hal itu disampaikan Ekonom Permata Bank Josua Pardede.

"Saya memandang berita gencatan senjata sementara antara AS dan Iran memang memberi alas positif bagi rupiah, tetapi dampaknya lebih sebagai penahan tekanan," kata dia di Jakarta, Rabu (8/4).

Menurutnya nilai tukar rupiah bakal sangat berjuntai pada arah setelah gencatan senjata. Konflik nan diharapkan mereda bisa jadi hanya jarak nan mendorong tekanan terhadap rupiah kembali.

Gencatan senjata, ujar dia, bakal berpengaruh pada pembukaan kembali Selat Hormuz sehingga kapal-kapal diperbolehkan kembali melintas. Sebab, itu merupakan jalur vital pengedaran minyak bumi nan berpengaruh pada harga minyak.

Apabila nilai minyak bumi tetap di atas 100 dolar AS per barel, dia mengatakan perihal itu justru injakan baru dan bumi tak bisa kembali pada kondisi sebelum perang Iran.

Setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan, Josua mencatat nilai minyak Brent turun sekitar 16 persen ke 91,70 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 14 persen.

Indeks dolar juga dilaporkan melemah sekitar 0,6-0,7 persen, imbal hasil surat utang AS menurun, dan pasar kembali membuka kesempatan penurunan suku kembang The Fed hingga sekitar 60 persen pada akhir tahun.

Kombinasi kedua perihal itu, ujar dia, dapat menurunkan tekanan dari sisi impor daya dan meredam dorongan penguatan dolar sebagai aset kondusif sehingga mencegah pelemahan rupiah semakin dalam.

"Sebelum berita ini pasar tetap sangat berhati-hati. Saya menilai sentimen gencatan senjata ini belum cukup kuat untuk membalik arah rupiah," ucap dia. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia