Gerindra Sebut Banpres Kurban Dilakukan Presiden Sebelumnya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Politikus Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan, support kurban Presiden Prabowo Subianto tidak perlu dipermasalahkan. Menurutnya, penggunaan Banpres (Bantuan Presiden) untuk kurban bukanlah perihal baru.

"Penggunaan APBN untuk support kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan perihal nan sama," kata dia kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Menurut Wakil Ketua Komisi XIII DPR, penggunaan duit negara untuk aktivitas sosial kemasyarakatan merupakan perihal nan lazim dilakukan oleh seorang kepala negara.

"Ini perihal nan biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang mempunyai anggaran nan diperuntukkan membantu masyarakat," ungkap dia.

Dia menekankan, Banpres kepada masyarakat tidak hanya dalam corak hewan kurban, tapi banyak digunakan juga untuk mendukung beragam sektor publik lain.

"Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai akomodasi publik. Jadi jangan memandang ini seolah sesuatu nan baru," ujarnya.

"Dan kami berambisi perihal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat nan terbantu khususnya di momen Idul Adha ini," sambungnya.

Istana Buka Suara soal Sapi Kurban dari Presiden Pakai Banpres

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensetneg) Juri Ardiantoro menjelaskan polemik penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 100 miliar untuk membeli 1.098 ekor sapi kurban nan disalurkan ke beragam wilayah di Indonesia.

Menurut Juri, penggunaan APBN untuk support sapi kurban bukan perihal baru lantaran sudah menjadi program rutin pemerintah setiap tahun. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat agar dapat merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.

“Maksud sapi kurban dari Presiden adalah support pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar penduduk nan memerlukan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama,” ujar Juri dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).

Juri mengatakan, penyaluran sapi kurban merupakan bagian dari support sosial pemerintah kepada masyarakat di beragam daerah. Karena itu, penggunaan anggaran negara dinilai wajar dan telah dilakukan pada pemerintahan sebelumnya.

Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Juri menegaskan, sapi kurban tersebut bukan untuk kepentingan pribadi Presiden Prabowo, melainkan sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat.

“Pemerintah mau kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama melalui momentum keagamaan nan mempunyai nilai sosial tinggi seperti Idul Adha,” katanya.

Ia juga memastikan Presiden Prabowo tetap berkurban secara pribadi menggunakan biaya sendiri. Hewan kurban pribadi Presiden juga dibagikan kepada masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita