loading...
Rudal Iran Tak Pernah Meleset saat Bombardir Israel. FOTO/ DAILY
TEHERAN - Banyak mahir meyakini bahwa Iran menggunakan sistem navigasi satelit Beidou, nan lebih unggul daripada GPS dalam perihal jumlah satelit, kekuatan sinyal, dan kecermatan penentuan posisi di banyak wilayah.
Menyusul serangan dari AS dan Israel, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone nan menargetkan Israel serta fasilitasmiliterAS di negara-negara Teluk.
Meskipun Israel dan negara-negara Teluk mencegat banyak target, beberapa rudal tetap sukses menembus pertahanan, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa nan signifikan.
Menurut para mahir militer, rudal Iran telah mengalami peningkatan besar berkah penerapan teknologi nan memungkinkan penargetan nan sangat presisi. Rahasia di kembali penerapan ini terletak pada teknologi satelit Tiongkok, nan awalnya dirancang untuk penggunaan militer.
Amerika Serikat merupakan pelopor dalam pengembangan teknologi penentuan posisi, dengan peluncuran satelit pertama nan menciptakan Sistem Penentuan Posisi Global (GPS) pada tahun 1978.
Namun, GPS secara berjenjang menjadi kurang terkenal di beberapa daerah, lantaran banyak mahir percaya bahwa sistem navigasi satelit Beidou milik China telah melampaui GPS dalam perihal jumlah satelit, kekuatan sinyal, dan kecermatan penentuan posisi di banyak wilayah.
Sebenarnya, China mengembangkan Beidou sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan teknologinya pada Amerika Serikat. Negara Asia itu cemas bahwa jika terjadi konflik, AS dapat memutus akses, sehingga melumpuhkan operasi militer.
Jika perihal ini terjadi, bakal menjadi bencana, lantaran navigasi satelit mempunyai banyak aplikasi militer penting, mulai dari senjata berpemandu hingga rudal jelajah.
Sistem Beidou saat ini mempunyai 56 satelit di orbit, nyaris dua kali lipat dari 31 satelit nan digunakan oleh GPS. Konstelasi satelit nan digunakan oleh teknologi navigasi ini juga lebih baru, sementara GPS tetap menggunakan satelit dari tahun 1990-an.
Selain itu, Beidou didukung oleh nyaris 10 kali lebih banyak stasiun pemantauan daripada GPS. Akurasi penentuan posisinya kurang dari 1 meter untuk pengguna umum dan dapat mencapai hingga 1 sentimeter untuk keperluan militer. Sebaliknya, GPS biasanya hanya mencapai kecermatan dalam jarak 3 meter.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·