Pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung berlatih saat mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Bulu Tangkis di PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (16/4/2025)(Antara)
PEBULU TANGKIS putri, Gregoria Mariska Tunjung resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung nan dikelola Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada Jumat (15/5). Keputusan tersebut diambil untuk memfokuskan diri pada proses pemulihan kesehatan nan belum sepenuhnya pulih.
Gregoria diketahui tetap mengalami gangguan vertigo nan telah memengaruhi aktivitas latihan maupun penampilannya di sejumlah turnamen sejak tahun lalu. Kondisi tersebut membuatnya belum merasa siap kembali bersaing di level internasional.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa pihaknya menghormati keputusan sang atlet setelah melalui pertimbangan nan matang.
“Gregoria adalah atlet nan telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan bagi Indonesia. Kami menghormati keputusan ini dan mendoakan nan terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian.
PBSI juga menegaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi aspek utama di kembali keputusan Gregoria untuk meninggalkan Pelatnas Cipayung.
“Yang berkepentingan tetap belum pulih sepenuhnya dan belum merasa percaya diri untuk kembali bertanding,” demikian keterangan resmi PBSI.
Selain itu, PBSI turut memberikan apresiasi atas dedikasi Gregoria selama memperkuat Indonesia di beragam arena internasional. Menurut PBSI, kontribusi, semangat juang, serta profesionalisme Gregoria telah menjadi inspirasi bagi atlet muda lainnya.
Akhiri 12 Tahun Perjalanan di Pelatnas
Dengan keputusan ini, Gregoria resmi mengakhiri perjalanan panjangnya selama 12 tahun di Pelatnas Cipayung. Atlet kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 itu dikenal sebagai salah satu tunggal putri terbaik Indonesia dalam beberapa musim terakhir.
Selama memperkuat tim nasional, Gregoria sukses menorehkan sejumlah prestasi penting, di antaranya lencana emas Badminton Asia Team Championship 2022, gelar Spain Masters 2023, Japan Masters 2023, serta lencana perunggu Olimpiade Paris 2024 di nomor tunggal putri.
Kepergian Gregoria dari Pelatnas diperkirakan menjadi tantangan bagi sektor tunggal putri Indonesia, mengingat konsistensinya dalam beberapa tahun terakhir di level elite dunia. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·