Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 20 pendaki dilaporkan tetap terjebak di Gunung Dukono, Maluku Utara, nan meletus pada hari ini, Jumat (8/5) pagi.
"Jadi dilaporkan untuk pendaki ada 20 orang, 9 orang penduduk asing, sisanya adalah penduduk seputaran Maluku Utara," ujar Kapolres Halmahera Utara AKBP, Erlichson Pasaribu, dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.
Erlichson mengatakan tim campuran tetap berupaya untuk melakukan evakuasi. Namun, tim terkendala kondisi di gunung nan tetap erupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim campuran dari Polres, BPBD dan Basarnas, namun di sini ada hambatan di mana gunung ini tetap mengalami erupsi jadi kita juga memandang situasi. Apabila membahayakan upaya pemindahan kemungkinan tetap kita tunda terlebih dulu," katanya.
Lebih lanjut, Erlichson menyebut hingga sekarang ada dua orang nan dilaporkan meninggal bumi akibat letusan Gunung Dukono.
"Berdasarkan info dari BPBD ada tiga korban, dua meninggal satu tetap hilang," kata Erlichson.
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat pagi pukul 07.41 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km. Letusan ini dilaporkan dalam laman resmi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan diimbau tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
(yoa/har)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·