Gus Ipul Bantah Mark Up Harga Sepatu Sekolah Rakyat: Itu Fitnah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan rumor mark up nilai sepatu siswa Sekolah Rakyat nan belakangan viral di media sosial sebagai info bohong namalain hoaks dan hanya berisi fitnah.

"Itu fitnah, hoax," kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam konvensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (5/5), dikutip dari keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul lantas menunjukkan potongan narasi beserta foto melalui layar digital nan memuat foto dirinya dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah memberikan sepatu ke siswa Sekolah Rakyat. Foto tersebut merupakan potongan pengarsipan aktivitas Dialog Pilar-Pilar Sosial se-Malang Raya pada 2 Mei 2025 lalu.

Sementara sepatu nan diberikan adalah bingkisan dari Gubernur Khofifah kepada 10 siswa Sekolah Rakyat nan berasal dari APBD Pemprov Jawa Timur, bukan hasil pengadaan dari Kemensos.

"Sepatu nan dari Bu Khofifah, itu pemberian, itu support dari Bu Khofifah untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur," ujarnya.

Menurut Gus Ipul, membandingkan satu foto sepatu bermerek tertentu nan beredar di media sosial dengan keseluruhan pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat adalah tidak tepat, lantaran setiap jenis sepatu mempunyai fungsi, spesifikasi, dan nilai nan berbeda.

"Kita berterima kasih kepada masyarakat nan telah memberikan pendapat, telah melakukan pengawasan, mengingatkan, juga terus mengawal program-program Kementerian Sosial," katanya.

Dalam kesempatan ini Gus Ipul menjelaskan bahwa nilai Rp700 ribu untuk sepasang sepatu nan beredar di media sosial merupakan pagu anggaran (batas maksimal), bukan nilai pembelian riil.

Ia menyatakan seluruh proses pengadaan dilaksanakan sesuai ketentuan, melalui sistem nan transparan dan kompetitif, dengan prinsip penawaran terbaik nan memenuhi spesifikasi sebagai dasar penetapan pemenang. Informasi nan berkembang perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi nan keliru terhadap penyelenggaraan program.

"Dalam pengadaan sepatu ini untuk siswa Sekolah Rakyat tentu melalui prosedur nan telah ditetapkan, sistem pengadaan. Penanggungjawabnya adalah tentu PPK alias Pokja, mereka nan bertanggung jawab untuk itu. Prosesnya dilakukan dengan pagu nan sudah ditetapkan sebelumnya," ujarnya.

Ia menambahkan, penetapan pagu dilakukan melalui survei dan sistem nan berlaku, kemudian proses pengadaan dilakukan secara kompetitif.

"Pemenangnya tentu nan paling murah dan memenuhi spesifikasi, memenuhi standar nan telah ditetapkan," lanjutnya.

Pada tahun 2025, setiap siswa menerima beberapa jenis sepatu untuk menunjang beragam aktivitas, yaitu, sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) untuk aktivitas luar ruang, sepatu PDH (Pakaian Dinas Harian) untuk aktivitas belajar di kelas, sepatu olah raga untuk aktivitas fisik, dan epatu harian/santai untuk penggunaan di lingkungan asrama.

Seluruh jenis sepatu tersebut sudah termasuk kaos kaki, sehingga kebutuhan dasar siswa terpenuhi tanpa biaya tambahan. Selain sepatu PDL dengan pagu anggaran Rp700.000 dan nilai realiasi di bawahnya, terdapat jenis sepatu lain dengan nilai lebih rendah, di kisaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, sesuai jenis dan peruntukannya.

(fra/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional