Hadirkan Robot Humanoid, China Siap Wujudkan Dunia Komik Menjadi Kenyataan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

loading...

Robot Humanoid. Foto/ Viet

JAKARTA - Alih-alih takut bakal kemungkinan mesin menggantikan manusia, di Lembah Robot, mesin mempunyai misi paling mulia: untuk membantu dan melindungi manusia, terutama dalam situasi berbahaya.

Bayangkan memasuki sebuah ruangan di mana robot humanoid dengan riang melambaikan tangan, menari dengan anggun, alias apalagi memamerkan kekuatan mereka melalui seni bela diri dan pagelaran akrobatik nan terampil.

Berpindah ke perspektif lain, Anda bakal menemukan robot nan dengan cekatan mengambil cangkir dan menyajikan popcorn panas kepada pelanggan, sementara mesin pandai lainnya berubah menjadi petugas toko kelontong nan gesit alias dengan penuh perhatian melayani Anda di tempat-tempat nan familiar seperti perpustakaan dan restoran.

Momen interaktif nan hidup dan praktis ini langsung membangkitkan kenangan akanduniaajaib Doraemon, kucing robot mahakuasa, dari masa mini kita.

Mimpi itu tidak lagi terbatas pada laman komik fiksi ilmiah, tetapi menjadi realita setiap hari di "Lembah Robot" di Shenzhen, Tiongkok – di mana kesenjangan antara manusia dan bumi teknologi telah menyempit ke tingkat nan sangat dekat.

Area pameran nan menampilkan produk teknologi robotika dari Robot Valley.
Sebuah tempat nan memupukdunia masa depan dengankecepatankilat.
Terletak di antara Gunung Tanglang dan Gunung Yangtai di Distrik Nanshan, Shenzhen, Lembah Robot mencakup area seluas kurang lebih 28 kilometer persegi. Lembah Robot berfaedah sebagai "jantung" strategis dalam rantai pasokan teknologi tinggi global.

Kawasan ini bukan hanya rumah bagi lebih dari 200 perusahaan robotika (termasuk raksasa seperti DJI dan 14 perusahaan nan terdaftar di bursa saham), tetapi juga pusat bagi 11 universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Kota Sains danPendidikanInternasional Danau Xili.

Selain itu, perlu dicatat bahwa kekuatan sebenarnya dari lembah ini terletak pada kecepatan dan integrasi nan erat dari rantai pasokannya.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews