Makassar, CNN Indonesia --
Seorang jemaah haji dari golongan terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan kandas berangkat ke Tanah Suci setelah diketahui hamil dengan usia kandungan nan tetap muda.
"Jadi kami baru dapat info dari tim kesehatan Embarkasi bahwa kloter 1 setelah pemeriksaan kesehatan, ada satu jemaah nan hasil pemeriksaannya positif hamil, kloter 1 dari Kabupaten Soppeng," kata Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, M Ikbal Ismail, Selasa (21/4).
Ikbal menerangkan jemaah wanita tersebut dipastikan tidak dapat diberangkatkan berasas surat pemeriksaan tim medis di Asrama Haji Sudiang Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehamilannya nan baru berumur 10 minggu dinyatakan tidak layak terbang.
"Jemaah tersebut tidak layak terbang lantaran hamilnya baru 10 minggu. Ya, batal berangkat. Nah, baru kami dapat info juga, jadi kami segera melaporkan ke pusat mengenai masalah ini," ungkapnya.
Ikbal menjelaskan berasas peraturan Kementerian Kesehatan, jemaah haji nan boleh diberangkatkan hanya kehamilan nan berumur 16 minggu alias 24 minggu.
"Artinya 16 minggu ke bawah itu tidak layak terbang, dan 26 minggu ke atas itu tidak layak terbang. nan boleh andaikan kehamilannya antara 16 minggu sampai 24 minggu," jelasnya.
Ikbal bakal melaporkan kejadian itu ke Kementerian Haji dan Umrah untuk menindaklanjuti dengan pengusulan pergantian jemaah.
"Karena aturannya 2x24 jam lantaran proses Siskohat ya. Jadi kemungkinannya ini seat kosong ya. Nah ini tinggal tidak sampai 24 jam lah jemaah kloter 1 berangkat pukul 03.20 WITA nantinya," katanya.
Jemaah nan batal tersebut bakal diprioritaskan berangkat pada musim haji tahun depan.
"Jadi otomatis jemaah prioritas kelak untuk pemberangkatan tahun 2027," katanya.
(mir/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·