Harga Kedelai Naik di DKI Jakarta Capai Rp20.000 per Kilogram

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Harga Kedelai Naik di DKI Jakarta Capai Rp20.000 per Kilogram Perajin membikin tempe dari kedelai impor di sentra pembuatan tempe rumahan di Sunter, Jakarta Utara, Senin (05/5/2025).(MI/Usman Iskandar.)

HARGA kedelai dilaporkan naik di DKI Jakarta mulai dari Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram (kg) pada tingkat pengrajin tahu dan tempe, dari sebelumnya Rp8.000 hingga Rp8.600 per kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengimbau masyarakat menyesuaikan kebutuhan konsumsi pangan.

"Menghimbau masyarakat agar menyesuaikan kebutuhan konsumsi pangannya dengan komoditas pangan lainnya nan mempunyai nilai gizi nan seimbang dengan nilai nan lebih terjangkau," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan nilai kedelai bervariasi. Harga kedelai di pedagang pasar tradisional, ialah Rp15.000 -Rp20.000 per kg. Sebelumnya Rp13.000 hingga Rp18.000 per kg.

Harga kedelai nan naik berkapak pada pedagang nan memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku misalnya tempe alias keripik tempe. Pengusaha kripik tempe di Jakarta Selatan meningkatkan nilai produknya.

"Sebelumnya Rp65.000 per kilogram (kg), naik jadi Rp70.000 per kg," ujar pengusaha kripik tempa di Kramat Pela Joko Asori,57, di Jakarta, Kamis.

Dengan nilai kedelai sekarang, sambung Joko, nilai satu balut keripik tempe dengan berat 250 gram (gr) mengalami penyesuaian menjadi Rp19 ribu.

Sejak Februari 2026 dia mengatakan nilai kedelai mengalami kenaikan menjadi Rp930.000 per kuintal. Tren ini kemudian bersambung hingga April 2026, nilai kedelai mencapai Rp1.100.000.

Para pedagang akhirnya kudu menyesuaikan berat produknya dengan ongkos produksi untuk menghindari kenaikan nilai nan signifikan pada pembeli. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia