Harga gelas plastik cup di pasaran mulai merangkak naik dua kali lipat dari biasanya dan sekarang para pedagang menjual Rp 27 ribu per pax semula hanya Rp 17 ribu perpax.(MI/KRISTIADI)
HARGA kebutuhan plastik di sejumlah pasar tradisional merangkak naik 50 hingga 80 persen disebabkan bahan baku industri plastik mengalami kenaikan dua kali lipat atas bentrok di Timur Tengah hingga geopolitik. Kenaikan harga plastik berakibat pada komoditas pasar nan menggunakan media plastik sebagai kemasan.
Didin, 55, pedagang gerai plastik pasar Cikurubuk mengatakan, kebutuhan plastik dari beragam jenis nan dijual sekarang ini merangkak naik mencapai 50 hingga 80 persen mulai cup gelas plastik biasanya Rp 17 ribu naik Rp 27 ribu perpax, kantong kresek Rp 10 ribu naik menjadi Rp 15 ribu perpax, plastik cerah Rp 5 ribu naik Rp 7.500 per 100 lembar. Namun, kenaikan tersebut disebabkan dari bahan baku industri plastik mengalami kenaikan lantaran terjadinya bentrok di Timur Tengah hingga geopolitik.
"Kenaikan bahan baku, telah menyebakan permintaan pasar menurun dan selama ini banyak perusahan mengurangi produksi. Akan tetapi, para pedagang memang plastik mempunyai peranan sangat krusial dalam pemenuhan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat dan fungsinya sebagai pendukung komoditas kemasan," ujar Didin, Rabu (8/4/2026).
Menurut Didin, kenaikan nilai plastik bisa terus terjadi dan bakal semakin mengalami kelangkaan termasuk kosongnya beragam jenis plastik mulai beragam ukuran, jika bentrok di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran tidak berhenti. Karena, kenaikan bahan baku sekarang ini telah menyebabkan perusahan mengurangi jumlah produksi.
"Pedagang mengeluhkan kenaikan ukuran plastik dua kali lipat dan sekarang pembeli mulai banyak membawa kantong sendiri di rumahnya, lantaran kebutuhan plastik nan ada di pasaran mulai menipis. Kami tetap berharap, agar bentrok nan terjadi di Timur Tengah segera selesai agar tidak terjadi krisis ekonomi nan dapat menyebabkan beragam kebutuhan merangkak naik," katanya.
Sementara itu, pengusaha plastik dollar Tasikmalaya, Eso Karso mengatakan, kebutuhan bahan baku industri plastik saat ini telah mengalami kenaikan dua kali lipat disebabkan bentrok di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran terjadi geopolitik. Kenaikan bahan baku, menyebabkan permintaan pasar menurun dan bagi perusahan terpaksa mengurangi jumlah produksi.
"Konflik di Timur Tengah menyebabkan kenaikan nilai minyak mentah dan biaya produksi petrokimia ikut meningkat hingga berakibat pada nilai biji plastik nan sekarang mengalami kenaikan dua kali lipat. Namun, kondisi sekarang ini telah meningkatnya biaya logistik membikin pengedaran sangat akibat bagi keamanan di jalur perdagangan," ujarnya.
Menurutnya, bentrok di Timur Tengah nan terjadi berakibat pada kebutuhan bahan baku plastik dan menyebabkan pasokan hingga kenaikan nilai minyak mentah. Kenaikan bahan baku plastik nan terjadi mulai terasa ke sektor industri termasuk prdagang plastik di pasaran lantaran dari perusahan mengurangi produksi.
"Pemerintah tidak menaikan nilai bahan bakar minyak (BBM), tapi tekanan dunia tetap berpengaruh langsung terutamanya pada rantai pasok bahan baku plastik. Kenaikan tersebut, dipicu terganggunya pengedaran minyak dan gas bumi hingga terjadinya dua komoditas utama menjadi bahan dasar produksi plastik terdampak," pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·