Harga Plastik Meroket, Wali Kota Bandung Ajak Warga Gunakan Wadah Sendiri

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Harga Plastik Meroket, Wali Kota Bandung Ajak Warga Gunakan Wadah Sendiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan .(MI/Bayu Anggoro)

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan, mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan diri membawa wadah makanan dan kantong shopping sendiri dari rumah. Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret di tengah melonjaknya harga plastik bungkusan nan naik hingga empat kali lipat dalam sepekan terakhir.

Farhan mengungkapkan bahwa kenaikan nilai plastik pembungkus ini telah memicu keluhan dari para pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama mereka nan bergerak di sektor kuliner dengan sistem pesan antar.

"Saya mendengar kenaikannya sampai empat kali lipat. Biasanya nilai sekitar Rp15 ribu, sekarang melonjak jadi Rp40 ribuan per paket. Kenaikan ini terjadi sejak akhir pekan kemarin," kata Farhan di Bandung, Rabu (8/4).

Momentum Kurangi Sampah
Meski tengah menelusuri penyebab pasti lonjakan nilai di tingkat distributor, Farhan menilai situasi ini kudu dijadikan momentum bagi penduduk Kota Bandung untuk mengubah pola konsumsi menjadi lebih ramah lingkungan. Ia menyarankan penduduk untuk tidak lagi berjuntai pada plastik sekali pakai saat membeli makanan alias berbelanja kebutuhan sehari-hari.

"Adanya kenaikan nilai wadah plastik ini sebetulnya menjadi momentum bagi kita untuk betul-betul memanfaatkan wadah makanan nan ada di rumah, terutama jika mau melakukan takeaway," katanya.

Dengan perubahan perilaku tersebut, dia optimistis produksi sampah di Kota Kembang bakal berkurang secara signifikan.

Untuk menekan pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, Farhan menitipkan dua pesan utama bagi penduduk nan hendak beraktivitas di luar rumah, ialah membawa kantong shopping dan wadah makanan sendiri.

Selain menghindari beban nilai plastik nan sedang mahal, langkah ini secara otomatis bakal membantu Pemerintah Kota Bandung dalam menekan volume produksi sampah harian.

"Satu, lantaran harganya sekarang mahal. Dua, ini juga langkah nyata untuk mengurangi sampah di kota kita," tegas Farhan. (BY/P-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia