(Dok. Pribadi)
HARI Kesehatan Dunia diperingati setiap 7 April untuk menandai berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 7 April 1948. Pertama kali diperingati tahun 1950, hari spesial ini bermaksud menyoroti rumor kesehatan dunia utama seperti kesehatan mental, ibu-anak, dan perubahan iklim, serta mendorong kesadaran masyarakat. Apa nan menarik?
Hari Kesehatan Dunia nan diperingati Selasa, 7 April 2026, menyerukan kepada semua orang di seluruh bumi untuk mengandalkan ilmu pengetahuan (sains). Dengan tema ‘Bersama untuk kesehatan. Berdiri berbareng sains (Together for health. Stand with science)’ peringatan tahun 2026 ini meluncurkan kampanye selama setahun untuk mendorong kerjasama ilmiah dalam melindungi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan planet ini. Kampanye ini menyoroti pencapaian ilmiah dan kerja sama multilateral, nan dibutuhkan untuk mengubah bukti menjadi tindakan, melalui pendekatan ‘one health’ alias kesehatan terpadu.
Kampanye ini membujuk semua orang di mana pun untuk berperan-serta merayakan pencapaian ilmiah, terlibat dengan bukti, berbagi kisah pribadi tentang gimana sains meningkatkan kehidupan, dan berasosiasi dalam percakapan dunia melalui tagar #StandWithScience.
Tujuan kampanye ini menyerukan kepada pemerintah, ilmuwan, dokter, tenaga kesehatan, mitra, dan masyarakat untuk pertama, berdiri berbareng sains dengan terlibat dengan bukti, fakta, dan pedoman berbasis sains untuk melindungi kesehatan. Kedua, membangun kembali kepercayaan kepada sains dan kesehatan masyarakat; dan ketiga, mendukung solusi berbasis sains untuk masa depan nan lebih sehat melalui pendekatan ‘one health
’.
ONE HEALTH
Konsep ‘one health’ umumnya dikaitkan dengan karya Calvin Schwabe dari Universitas California, Davis, Amerika Serikat, sejak tahun 1960-an. Pendekatan ini adalah metode terpadu nan menyatukan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem secara berkepanjangan untuk mencegah penyakit, khususnya zoonosis (penyakit nan menular dari hewan ke manusia). Ini melibatkan kerjasama beragam sektor untuk mengoptimalkan keseimbangan kesehatan ketiga komponen tersebut.
Fokus ‘one health’ adalah pencegahan, deteksi, dan pengendalian penyakit zoonosis. Sains memainkan peran krusial dalam penemuan patogen, surveilans epidemiologi, penelitian vaksin, dan studi molekuler pada manusia maupun hewan. Kolaborasi multisektoral dalam ‘one health’ melibatkan dokter, mahir kesehatan masyarakat, master hewan, mahir ekologi, dan pihak lain terkait.
Pentingnya menyertakan lingkungan pada pendekatan ‘one health’ adalah menekankan bahwa kesehatan manusia dan hewan sangat berjuntai pada kesehatan ekosistem. Pendekatan ini krusial untuk mengatasi ancaman kesehatan nan kompleks pada hubungan antara manusia, hewan, dan lingkungan.
Peran sains krusial dalam ‘one health’. Pertama, penyedia bukti dan teknologi penemuan zoonosis dan kekebalan antimikroba (AMR), terutama pengetahuan pengetahuan di bagian kedokteran hewan dan mikrobiologi, berkedudukan krusial dalam mendeteksi virus, memantau spillover
(perpindahan) patogen dari hewan ke manusia, serta menganalisis resistensi antibiotik pada ekosistem nan berbeda. Kedua, dalam intervensi lingkungan dan sosial ekologis, lantaran sains membantu merancang intervensi nan disesuaikan dengan konteks sosial-ekologis, seperti pengelolaan (benih)penyakit terpadu untuk keamanan pangan dan perlindungan lingkungan.
Ketiga, kerjasama lintas disiplin dengan menyatukan para mahir dari beragam bidang, termasuk dokter, master hewan, mahir ekologi, antropolog, dan intelektual sosial, untuk memecahkan masalah sistemik nan kompleks. Keempat, jembatan antara sains dan kebijakan dimungkinkan lantaran platform ilmiah menyediakan info nan sah bagi kreator kebijakan kesehatan, untuk mengambil keputusan sigap dan tepat, terutama dalam manajemen pandemi.
Peran ini memastikan bahwa pendekatan ‘one health’ tidak hanya berbasis teori, tetapi juga didukung oleh bukti ilmiah nan kuat untuk menciptakan kesehatan dunia nan berkelanjutan. Selain itu, sains berkedudukan krusial dalam kedokteran sebagai fondasi pengembangan metode diagnostik, pengobatan, dan pencegahan penyakit melalui pendekatan biologi, kimia, dan fisika medik. Ini mencakup penemuan teknologi seperti perangkat pencitraan medis, penemuan obat baru, vaksin, teknologi AI/data science untuk penemuan dini, hingga robotika bedah.
MENGANDALKAN ILMU PENGETAHUAN
Data science dan AI memungkinkan kajian info medis (rekam medis, pemeriksaan pencitraan maupun laboratorium klinik) untuk pemeriksaan nan lebih jeli dan personalisasi pengobatan (precision medicine). selain itu, sains juga berkedudukan dalam pengembangan obat dan vaksin. Ilmu kimia dan biologi medik berkedudukan dalam meneliti serta menciptakan terapi baru nan efektif, termasuk penanganan penyakit kronis, kanker, dan virus baru seperti covid-19.
Teknologi medis hasil sains mutakhir juga sangat bermanfaat, terutama dalam penggunaan fisika medik dan robotika membikin prosedur bedah menjadi kurang invasif, lebih aman, nyaman, dan efisien. Sains juga berkedudukan dalam proses pencegahan dan manajemen kesehatan melalui kajian info epidemiologi untuk memahami penyebaran penyakit dan memanfaatkan perangkat nan tersedia (wearable devices) untuk penemuan awal pasien secara real-time. Bahkan sains juga berkedudukan pada efisiensi jasa kesehatan, lantaran sains dapat mengolah info dan mengoptimalskan operasional rumah sakit, mulai dari manajemen logistik obat hingga meminimalkan kesalahan diagnosis.
Momentum Hari Kesehatan Dunia 2026 mengingatkan semua orang di seluruh bumi untuk mengandalkan pengetahuan pengetahuan (sains). Sains bisa mengubah pendekatan kesehatan dari sekadar pengobatan menjadi pencegahan nan proaktif, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penemuan berkelanjutan.
Apakah kita sudah bijak?
English (US) ·
Indonesian (ID) ·