Pelaksanaan UTBK di UPI.(Dok.Humas UPI)
PELAKSANAAN hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (22/4), berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Di UPI, UTBK dilaksanakan di 13 gedung kampus utama maupun kampus wilayah dengan jumlah peserta datang sebanyak 3.078 dari total 3.160 peserta terdaftar. Sebanyak 82 peserta tercatat tidak datang tanpa keterangan.
Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, mengatakan secara umum penyelenggaraan ujian melangkah sesuai rencana. “Pelaksanaan UTBK di UPI berjalan 21–30 April 2026 dengan dua sesi per hari, selain Jumat hanya satu sesi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, berasas info per 5 April 2026, total peserta UTBK di UPI mencapai sekitar 19.400 orang nan tersebar di beragam kampus daerah. “Jumlah ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi minat calon mahasiswa terhadap UPI,” paparnya.
Menurut Vidi, UPI menerapkan sistem penyaringan dobel sebelum peserta memasuki ruang ujian. Pelaksanaan juga didukung 275 pengawas serta prasarana dan jaringan nan stabil. Indikator kelancaran meliputi ketepatan waktu, kesiapan sarana, dan minimnya gangguan teknis.
UPI juga memberikan perhatian pada aspek inklusivitas dengan memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus. Dari total 15 peserta disabilitas, empat orang mengikuti ujian pada hari pertama dengan pendampingan petugas terlatih. “Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan nan setara,” kata Vidi.
UTBK DI UNPAD
Sementara itu, penyelenggaraan UTBK di Unpad digelar di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dengan jumlah peserta datang 1.350 orang dari total 6.632 peserta terdaftar. Sebanyak 46 peserta tidak hadir, terdiri dari 34 orang pada sesi pagi dan 12 orang pada sesi siang.
Koordinator UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, mengatakan jumlah peserta tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. “Penurunan ini dipengaruhi perubahan sistem pemilihan letak ujian, di mana peserta sekarang hanya memilih kabupaten alias kota, bukan langsung perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat empat peserta disabilitas nan mengikuti ujian di Unpad pada hari pertama. Mereka ditempatkan di Fakultas Kedokteran Gigi nan mempunyai akomodasi ramah disabilitas serta didukung pendamping ahli bahasa isyarat.
Untuk mencegah kecurangan, Unpad menerapkan pengawasan ketat, terutama bagi peserta nan memilih program studi kedokteran. “Jika terindikasi kecurangan, peserta tetap menyelesaikan ujian, kemudian diverifikasi. Jika terbukti, hasil ujian tidak bakal di-scoring,” tegas Inu.
Ia berambisi penyelenggaraan UTBK di Unpad dapat terus melangkah lancar hingga akhir periode ujian. “Kami juga mengimbau sivitas akademika untuk menjaga suasana kampus tetap kondusif selama penyelenggaraan ujian,” pungkasnya. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·