Harita Nickel Dukung Akses Air Bersih Warga Kawasi Lewat Reverse Osmosis

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Akses terhadap air bersih sekarang menjadi salah satu perhatian utama dalam pembangunan nasional. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi sebagai bagian krusial dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah nan terus berkembang secara ekonomi.

Di tengah pertumbuhan area industri, kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih juga ikut meningkat. Karena itu, keberlanjutan pembangunan tak hanya berbincang soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga gimana kualitas hidup masyarakat tetap terjaga melalui kesiapan jasa dasar nan memadai.

Di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut), upaya tersebut turut didorong melalui kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor industri. Harita Nickel mendukung penyediaan air bersih bagi penduduk Desa Kawasi melalui pembangunan akomodasi pengolahan air bersih berbasis Reverse Osmosis (RO).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur HSE Harita Nickel, Tonny Gultom mengatakan pembangunan akomodasi tersebut menjadi bagian dari support perusahaan berbareng pemerintah wilayah untuk memperkuat kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air di Kawasi.

"Pembangunan akomodasi pengolahan air bersih ini merupakan bagian dari komitmen kami, bekerja sama dengan pemerintah wilayah dalam mendukung kebutuhan air masyarakat di Desa Kawasi, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air nan ada di wilayah tersebut. Saat ini proses pembangunan tetap melangkah dan sudah memasuki tahap pekerjaan bentuk pembangunan termasuk instalasi tangki dan sistem pendukung lainnya," ujar Tonny beberapa waktu lalu.

Menurutnya, akomodasi tersebut dirancang menggunakan sistem pengolahan air berlapis nan menggabungkan teknologi RO, filtrasi, dan ozonisasi untuk membantu memastikan kualitas air sebelum didistribusikan ke masyarakat.

"Fasilitas ini nantinya tidak hanya mengandalkan teknologi reverse osmosis (RO), tetapi juga dilengkapi sistem filtrasi dan ozonisasi untuk membantu memastikan kualitas air sebelum digunakan masyarakat. Dari sisi kapasitas, akomodasi ini dirancang untuk mendukung kebutuhan air masyarakat dalam jangka panjang," imbuhnya.

Adapun akomodasi pengolahan air tersebut mempunyai kapabilitas penampungan hingga 40 meter kubik per hari dengan debit pengedaran mencapai 25 meter kubik per jam. Infrastruktur ini dibangun untuk memperkuat sistem air baku masyarakat sekaligus membantu menjaga keberlanjutan sumber air nan selama ini digunakan warga.

Tonny menjelaskan teknologi reverse osmosis menjadi inti proses pemurnian air dan diperkuat dengan sistem filtrasi serta ozonisasi untuk menjaga kualitas air tetap kondusif dan stabil.

"Teknologi reverse osmosis berkedudukan sebagai inti pemurnian, menghasilkan air nan lebih murni dibanding metode konvensional. Proses ini kemudian didukung oleh sistem filtrasi untuk menangkap partikel tersisa, serta ozonisasi sebagai tahap akhir nan efektif membunuh mikroorganisme," ujar Tonny.

"Dengan kombinasi ketiga teknologi tersebut, akomodasi ini tidak hanya menjamin keamanan air dari sisi mikrobiologis dan kimiawi, tetapi juga menjaga konsistensi kualitasnya secara berkelanjutan. Dari sisi kapasitas, akomodasi ini dirancang untuk mendukung kebutuhan air masyarakat dalam jangka panjang, menjadi solusi penyediaan air bersih nan andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan," tambahnya.

Selain pembangunan akomodasi pengolahan air, perusahaan juga mendukung perlindungan sumber mata air melalui pengembangan area konservasi agar kualitas dan kesiapan air tetap terjaga dalam jangka panjang. Fasilitas ini ditargetkan mulai beraksi pada pertengahan 2026.

"Selain pembangunan akomodasi pengolahan air, perlindungan sumber mata air juga menjadi bagian krusial dalam program ini. Kawasan mata air dijaga melalui area konservasi agar kualitas dan kesiapan air tetap terpelihara. Harapannya, keberadaan akomodasi ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hari ini, tetapi juga mendukung keberlanjutan akses air bersih bagi masyarakat Kawasi ke depan," ungkap Tonny.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar berambisi akomodasi Reverse Osmosis tersebut dapat memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih dalam jangka panjang. Ia juga berambisi sumber mata air di Kawasi tetap terjaga lantaran telah digunakan penduduk sejak lama.

"Yang paling krusial bagi masyarakat tentu gimana air bersih tetap tersedia dan kualitasnya terjaga. Kami memandang pembangunan akomodasi ini sebagai langkah untuk mendukung kebutuhan penduduk ke depan," ujarnya.

"Harapannya, akomodasi ini bukan hanya dibangun, tetapi juga dijaga berbareng sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," lanjutnya.

Kebutuhan air bersih di area nan terus bertumbuh dinilai menjadi bagian krusial dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Karena itu, penguatan prasarana dasar seperti akomodasi pengolahan air menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses jasa dasar nan memadai.

Upaya penyediaan air bersih di Kawasi juga sejalan dengan semangat pembangunan berkepanjangan nan mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan sumber daya alam, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui support terhadap akomodasi air bersih dan konservasi sumber mata air, kerjasama antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan area sekaligus memenuhi kebutuhan dasar penduduk di sekitar wilayah operasional.

Kolaborasi Jaga Keberlanjutan Sumber Air di Kawasi

Selain membangun akomodasi pengolahan air bersih, upaya menjaga keberlanjutan sumber air di Desa Kawasi juga dilakukan melalui kerjasama berbareng masyarakat setempat. Harita Nickel mendorong pengelolaan sumber air nan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga kualitas dan ketersediaannya dalam jangka panjang.

Di Kawasi, sumber mata air menjadi bagian krusial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, perlindungan area mata air dilakukan melalui pengembangan area konservasi nan melibatkan masyarakat sekitar agar keberlanjutan sumber air tetap terjaga di tengah pertumbuhan kawasan.

Pendekatan kolaboratif ini dijalankan dengan membangun kesadaran berbareng mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar sumber air. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengelolaan air berkepanjangan agar aktivitas pembangunan dan kebutuhan masyarakat dapat melangkah seimbang dengan perlindungan lingkungan.

Seiring berkembangnya aktivitas dan pertumbuhan masyarakat di area Pulau Obi, kebutuhan terhadap air bersih juga terus meningkat. Karena itu, penguatan sistem air bersih dinilai tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga perlu diiringi perlindungan sumber air nan menjadi penopang kebutuhan masyarakat.

Melalui kerjasama antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengelolaan air di Kawasi diharapkan dapat terus terjaga secara berkepanjangan sekaligus mendukung kebutuhan dasar penduduk di sekitar wilayah operasional.


(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance