Hasan Nasbi soal Orang Desa Tak Pakai Dolar: Wisdom Orang Tua ke Anak

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Penasihat unik presiden bagian komunikasi, Hasan Nasbi buka bunyi soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tak menggunakan dolar Amerika Serikat.

Prabowo menyampaikan itu di sela-sela peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), sebagai respons atas tren penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Hasan mengatakan pernyataan Prabowo itu gamblang, sederhana dan tidak perlu untuk diterjemahkan secara beragam. Sebab, saat itu Prabowo berbincang di depan masyarakat desa nan sebenarnya mengerti dengan maksud dari ucapan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paham dalam makna dua. Paham bahwa memang mereka secara tidak langsung tidak menggunakan dolar sama sekali. Mereka shopping pakai rupiah, jasa, tenaga, pertukaran peralatan semua berbisnis pakai rupiah. Dan enggak terlalu memikirkan berapa kurs dolar pada saat itu," kata Hasan dalam video nan diunggah di akun Youtubenya, seperti dikutip Rabu (20/5).

"Dan nan kedua, sebenarnya masyarakat desa tuh juga mengerti bahwa presiden bicara di depan mereka pada saat itu seperti wisdom orang tua berbincang di depan anak-anaknya," sambungnya.

Hasan menegaskan pemerintah tidak menutup mata atas tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar nan terjadi saat ini. Pada 5 Mei lalu, Prabowo pun telah memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) nan terdiri dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Komisioner OJK.

"Selain membahas pertumbuhan ekonomi, mereka juga membahas soal tekanan nilai tukar. Soal beragam langkah skenario nan bisa kita ambil, nan bisa diambil pemerintah untuk menstabilkan kembali nilai tukar," tutur dia.

Disampaikan Hasan, tidak semua kerja-kerja pemerintah dalam menghadapi setiap persoalan perlu disampaikan ke masyarakat. Kata dia, ini merupakan corak dari wisdom alias kebijaksanaan.

"Kerumitan-kerumitan ini, kompleksitas persoalan ini enggak kudu ditransfer ke masyarakat. Apalagi masyarakat desa. Nah, ini kan wisdom, wisdom dari orang tua terhadap anak anaknya, wisdom dari pemerintah terhadap penduduk negaranya. Apakah ada penduduk negara nan mengerti persoalan sebenarnya? Iya, ada pasti," tutur Hasan.

"Tapi kerumitan itu tidak kudu dia transfer ke penduduk negara nan lain. Karena nan kelak ujung-ujungnya mengatasi ini kan pemerintah. nan kudu berpikir keras pemerintah, nan kudu menjadikan ini sebagai beban hidup dan kepusingan itu pemerintah. Jadi kasih waktu pemerintah untuk menjalankan strategi untuk menstabilkan nilai tukar. Mencari titik ekuilibrium, entah itu titik ekuilibrium lama alias titik ekuilibrium baru nilai tukar rupiah terhadap US dolar," sambungnya.

(dis/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional