Jakarta, CNN Indonesia --
Aparat Kepolisian berbareng Pemerintah Desa Air Kuning memastikan info nan beredar di media sosial mengenai adanya pocong jadi-jadian di wilayah Desa Air Kuning, di Kabupaten Jembrana, Bali, merupakan info tidak betul alias hoaks.
Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui akun FB berjulukan Bacang Kentung nan dibagikan ke grup media sosial "Info Jembrana" pada Minggu (24/5) sekitar pukul 21.00 WITA dengan narasi nan menyebut adanya "Pocong jadi-jadian" di area Air Kuning.
Kapolsek Kota Jembrana, Ipda I Ngurah Made Agus Dwi Widiatmika Putra mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan monitoring mengenai info nan beredar tersebut, dan hasilnya dipastikan tidak benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing rumor nan belum terverifikasi kebenarannya. Bijaklah dalam menggunakan media sosial serta jangan ikut menyebarkan info nan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Ipda Widiatmika, Senin (25/5).
Selain itu, pihak kepolisian telah menindaklanjuti unggahan tersebut, akun media sosial Info Jembrana melalui IG telah memberikan penjelasan bahwa info dimaksud tidak betul dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebagai langkah cepat, Bhabinkamtibmas Desa Air Kuning langsung melakukan koordinasi dengan Perbekel Desa Air Kuning guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah timbulnya keresahan di tengah masyarakat.
Perbekel Desa Air Kuning, Samsudin, menyampaikan saat ini pihak desa maupun perangkat desa tidak pernah menerima laporan ataupun pengaduan masyarakat mengenai kejadian sebagaimana nan beredar di media sosial.
"Kami berbareng perangkat desa telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap info nan belum jelas sumbernya, serta memastikan info diperoleh dari sumber resmi seperti pemerintah desa, kepolisian, maupun media kredibel," ujarnya.
Pihaknya juga memastikan, situasi kamtibmas di wilayah Desa Air Kuning hingga saat ini tetap aman, kondusif, dan aktivitas masyarakat melangkah normal seperti biasa.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Jembrana IPDA I Putu Budi Arnaya membujuk masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan info sebelum mempercayai maupun membagikannya di media sosial.
"Di era digital saat ini masyarakat kudu lebih pandai dan selektif menerima informasi. Jangan mudah percaya terhadap rumor nan belum jelas sumber dan kebenarannya, lantaran info hoaks dapat memicu keresahan apalagi gangguan kamtibmas," ujarnya.
Ia juga mengimbau, masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian andaikan menemukan info mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar melalui jasa Call Center 110 nan aktif selama 24 jam secara gratis.
"Polri datang untuk memberikan pelayanan sigap kepada masyarakat. Apabila menemukan kejadian mencurigakan ataupun memerlukan support kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi jasa 110," ujarnya.
(kdf/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·