Hizbullah Tolak Negosiasi Langsung dengan Israel, Ali Fayyad: Tarik Pasukan Dahulu

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Tarik Pasukan Dahulu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyanhu.(AFP/RONEN ZVULUN)

KELOMPOK Hizbullah secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana negosiasi langsung antara Libanon dan Israel. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas langkah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, nan mulai membuka pintu diplomasi bagi kedua negara nan tengah bertikai tersebut.

Anggota parlemen dari faksi Hizbullah, Ali Fayyad, menegaskan bahwa pihaknya tidak bakal memberikan ruang bagi pembicaraan langsung dengan pihak nan mereka sebut sebagai musuh. Menurutnya, kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi pemerintah Libanon untuk masuk ke meja perundingan.

"Kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap negosiasi langsung antara Libanon dan musuh Israel," ujar Fayyad dalam pernyataan resminya, Jumat (10/4).

Syarat Utama: Penarikan Pasukan

Hizbullah mendesak agar pemerintah Libanon tetap berpegang pada prinsip nasional. Fayyad menekankan bahwa sebelum pembicaraan apa pun dimulai, Israel kudu terlebih dulu menghentikan seluruh tindakan militer dan menarik pasukannya dari wilayah kedaulatan Libanon.

Fayyad juga menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan penerapan kesepakatan gencatan senjata secara penuh. Hal ini bermaksud agar masyarakat nan mengungsi dapat segera kembali ke desa dan kota asal mereka dengan aman.

Ambisi Netanyahu: Pelucutan Senjata Hizbullah

Di sisi lain, instansi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan untuk memulai jalur diplomasi. Netanyahu menyatakan bahwa petunjuk kepada kabinetnya untuk memulai negosiasi didasari oleh adanya permintaan berulang dari pihak Libanon.

Namun, agenda nan diusung Israel dalam negosiasi tersebut sangat kontras dengan posisi Hizbullah. Israel menargetkan pelucutan senjata golongan tersebut sebagai poin utama dalam membangun hubungan damai.

Berikut adalah komparasi poin utama dari kedua belah pihak mengenai rencana negosiasi tersebut:

Aspek Posisi Hizbullah (Ali Fayyad) Posisi Israel (Benjamin Netanyahu)
Sikap Negosiasi Menolak tegas negosiasi langsung. Menginstruksikan kabinet untuk segera memulai dialog.
Syarat Utama Penarikan pasukan Israel & penghentian permusuhan. Pelucutan senjata Hizbullah & demiliterisasi Beirut.
Tujuan Akhir Kedaulatan nasional & kembalinya pengungsi. Membangun hubungan tenteram bilateral.

Ketajaman perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian di perbatasan Israel-Libanon tetap sangat terjal. Di tengah tekanan internasional untuk meredakan ketegangan, tumbukan kepentingan antara kedaulatan teritorial nan dituntut Hizbullah dan tuntutan keamanan nan diajukan Israel menjadi halangan besar bagi proses diplomasi di area tersebut. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia