IHSG.(Antara)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat di tengah kekhawatiran dilanggarnya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan pihak Amerika Serikat (AS) dan Israel.
IHSG ditutup menguat 28,38 poin alias 0,39% ke posisi 7.307,59. Sementara golongan 45 saham unggulan alias indeks LQ45 naik 0,28 poin alias 0,04% ke posisi 733,90.
“Bursa Asia didominasi pelemahan, seiring nilai minyak nan naik tipis di tengah ketidakpastian berkepanjangan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan pihak AS dan Israel” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus namalain Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (9/4).
Perkembangan bentrok di area Timur Tengah, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa beberapa komponen dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar menyusul serangan terbaru Israel ke Lebanon, sementara Teheran tetap sebagian besar memblokir Selat Hormuz.
Harga minyak mentah dunia berbalik menguat ialah minyak jenis WTI berada di level 97,44 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent berada di level 97,77 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis (9/4) sore pukul 16.54 WIB.
Di sisi lain, risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral AS The Fed menunjukkan semakin banyak personil nan memandang potensi kenaikan suku kembang sebagai langkah nan diperlukan untuk menekan inflasi, meskipun banyak nan tetap berambisi langkah berikutnya bisa berupa penurunan suku bunga.
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik mobil listrik dan menyatakan komitmennya untuk mendukung hilirisasi.
Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi kondusif untuk satu tahun ke depan sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap eskalasi bentrok Timur Tengah nan tak kunjung usai.
Dibuka melemah, IHSG nyaman di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tetap bergerak ke area hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat ialah dipimpin sektor daya nan menguat sebesar 2,03%, diikuti oleh sektor peralatan konsumen non primer dan sektor prasarana nan naik masing-masing sebesar 1,82% dan 0,47%.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi ialah sektor industri turun paling dalam minus 1,36%, diikuti oleh sektor finansial dan sektor peralatan konsumen primer nan turun masing-masing sebesar 1,24% dan 0,68%.
Saham-saham nan mengalami penguatan terbesar ialah PEGE, HDFA, ASPI, APIC dan MSIN. Sedangkan saham-saham nan mengalami pelemahan terbesar ialah TEBE, GSMF, GULA, LFLO dan MEGA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.242.170 kali transaksi dengan jumlah saham nan diperdagangkan sebanyak 29,04 miliar lembar saham senilai Rp16,97 triliun. Sebanyak 278 saham naik 378 saham menurun, dan 164 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 413,10 poin alias 0,78% ke 55.895,32, indeks Shanghai melemah 28,83 poin alias 0,73% ke 3.966,17, indeks Kuala Lumpur melemah 10,07 poin alias 0,59% ke 1.686,24, dan indeks Strait Times melemah 18,97 poin alias 0,38% ke 4.977,08. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·