Hormuz Ditutup Kembali, Iran Murka Usai Serangan Israel ke Libanon

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Hormuz Ditutup Kembali, Iran Murka Usai Serangan Israel ke Libanon Selat Hormuz.(Anadolu)

IRAN kembali menutup Selat Hormuz di tengah masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat, menyusul serangan udara Israel ke Libanon pada Rabu (8/4) pagi waktu setempat.

Laporan Fars News Agency menyebut bahwa langkah tersebut diambil lantaran Teheran menilai Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan ke wilayah Libanon.

Iran memandang bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan AS dan Israel mencakup penghentian serangan terhadap Libanon. Namun, Israel menolak interpretasi tersebut dan menegaskan bahwa Libanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata setelah menerima sejumlah tuntutan dari Iran. Meski demikian, Gedung Putih membantah bahwa seluruh poin nan diajukan Teheran telah disetujui.

Setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan, sempat terjadi pelonggaran dengan dua kapal tanker diizinkan melintasi Selat Hormuz setelah memperoleh izin dari otoritas Iran.

Namun, ketegangan kembali meningkat setelah serangan Israel di Libanon. Salah satu sumber keamanan militer Iran mengungkapkan adanya rencana langkah lanjutan.

"Setelah pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata sementara oleh tentara rezim Zionis terhadap Lebanon dan perlawanan Islam di negara itu, Iran sedang menyelesaikan rencana untuk melakukan operasi pencegahan terhadap posisi militer Israel di wilayah pendudukan," katanya kepada Fars News, Kamis (9/4).

Sebelumnya, melalui pernyataan nan dirilis Mehr News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat, nan disebut dimediasi oleh Pakistan.

Kesepakatan tersebut disetujui oleh pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam tahap awal implementasi, Iran apalagi sempat membuka kembali Selat Hormuz untuk lampau lintas kapal.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa stabilitas kesepakatan tetap rapuh, dengan potensi eskalasi kembali meningkat di kawasan. (Fer/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia