Hujan Hitam yang Mengguyur Iran Mengandung Zat Racun Berbahaya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

Hujan Hitam nan Mengguyur Iran. Foto/ Viet

TEHERAN - Sepanjang akhir pekan, media internasional melaporkan kejadian 'hujan hitam' di beberapa wilayah Iran, beberapa jam setelah serangan udara AS dan Israel terhadap akomodasi penyimpanan minyak di negara tersebut.

Beberapa media buletin menggambarkan kejadian tersebut sebagai "hujan asam." Warga Iran melaporkan sakit kepala dan kesulitan bernapas, serta mencatat bahwa air hujan terkontaminasi minyak, nan menempel pada gedung dan kendaraan.

Bulan Sabit Merah Iran memperingatkan bahwa hujan setelah serangan udara bisa berkarakter masam dan sangat berbahaya

"Sebagai seorang mahir kimia atmosfer dan insinyur kimia nan mempelajari polusi udara, saya merasa laporan-laporan ini sangat mengkhawatirkan. Laporan-laporan ini menunjukkan bahwa situasinya bukan sekadar hujan asam," tulis Gabriel da Silva, guru besar madya teknik kimia di Universitas Melbourne, diThe Conversationpada 9 Maret.

Jenis hujan ini mengandung asam, tetapi kemungkinan juga mencakup beragam polutan lain nan rawan bagi manusia dan lingkungan baik dalam jangka pendek maupun panjang. Bahkan mungkin lebih serius daripada nan tersirat dari istilah "hujan asam".

Menurut Gabriel da Silva, salah satu langkah utama polutan udara dihilangkan dari atmosfer adalah melalui hujan. Ketika konsentrasi polutan di udara tinggi, tetesan hujan nan jatuh mengumpulkan zat-zat ini dan membawanya turun dari atmosfer.

Itulah kenapa "hujan hitam" turun dari langit setelah depot minyak di Iran diserang – sebuah tanda sungguh parahnya polusi udara di wilayah tersebut.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews