Jalan tol Sumatra.(Dok.Istimewa)
PT Hutama Karya berbareng sejumlah kementerian, pemerintah daerah, dan badan upaya milik negara menandatangani Nota Kesepahaman mengenai rencana kerja sama integrasi pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Penandatanganan dilakukan di Gedung Barli Halim, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Rabu (13/5). Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, PT Danantara Asset Management, PT Bukit Asam, dan PT Pelabuhan Indonesia.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan penguatan konektivitas menjadi aspek krusial dalam mendukung strategi investasi nasional dan hilirisasi industri.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari penyempurnaan rencana besar pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat sebagai pelabuhan internasional sekaligus simpul hilirisasi di Sumatra Selatan,” ujar Todotua.
Menurut dia, integrasi jalan tol menuju Tanjung Carat diharapkan memperkuat hubungan dengan backbone Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) serta mendukung pengedaran logistik beragam komoditas unggulan seperti energi, minyak dan gas, karet, hingga kopi.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Edward Candra, menyebut pembangunan pelabuhan dan akses jalan tol tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional nan telah direncanakan sejak beberapa periode kepemimpinan gubernur.
“Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mendukung penuh kerja sama strategis ini, termasuk dalam memfasilitasi kebutuhan serta penyelesaian halangan di lapangan,” kata Edward.
Ia berambisi penguatan konektivitas menuju Pelabuhan Tanjung Carat dapat memberikan faedah ekonomi nan luas bagi masyarakat dan bumi upaya di Sumatra Selatan.
PENGHUBUNG KAWASAN STRATEGIS
Sementara itu, Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan pembangunan akses tol menuju pelabuhan krusial untuk memperkuat kegunaan Jalan Tol Trans Sumatra sebagai penghubung area strategis dan pusat logistik.
“Sebagai developer dan pengelola JTTS, Hutama Karya memandang rencana ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kegunaan jalan tol sebagai penghubung area strategis,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, masing-masing pihak bakal menjalankan peran sesuai kewenangan, mulai dari support kebijakan, sinkronisasi tata ruang, studi pengusahaan jalan tol, penyediaan potensi pikulan batu bara, hingga pengembangan prasarana kepelabuhanan.
Pemerintah berambisi integrasi jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat dapat mempercepat konektivitas logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra Selatan serta wilayah sekitarnya. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·